SuaraJawaTengah.id - BRI Cabang Cepu terus mengkampanyekan penggunaan pembayaran non-tunai melalui QRIS kepada masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penerapan QRIS dinilai memberikan berbagai keuntungan, di antaranya memudahkan transaksi tanpa perlu menyiapkan uang kecil, meningkatkan keamanan, serta mempercepat proses pembayaran bagi penjual maupun pembeli.
FTM BRI Cabang Cepu, Tri Agung Chrisnugroho, menyatakan bahwa akuisisi QRIS BRI dilakukan bersamaan dengan edukasi kepada para pedagang UMKM di Pasar Induk Cepu.
Langkah ini bertujuan untuk mendorong penggunaan transaksi digital yang lebih mudah, cepat, dan aman.
“QRIS BRI tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memberikan fitur tambahan melalui BRI Merchant yang menyajikan informasi dalam bentuk suara serta laporan hasil transaksi secara real-time,” ujar Tri Agung Chrisnugroho dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis (27/2/2025).
Menurutnya Penggunaan QRIS memberikan banyak manfaat bagi pelaku usaha, di antaranya transaksi yang lebih praktis tanpa perlu menyediakan uang kembalian, mengurangi risiko uang palsu, serta meningkatkan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan transparan.
"Dengan sistem pembayaran digital, pedagang dapat lebih mudah memantau pendapatan harian mereka secara real-time melalui aplikasi perbankan," jelasnya.
Ia menyebut, hingga saat ini, jumlah pengguna QRIS di BRI Cabang Cepu telah mencapai 7.648 pengguna. "Dengan terus meningkatnya adopsi pembayaran digital, diharapkan pelaku UMKM semakin terbiasa menggunakan transaksi non-tunai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di wilayah Cepu," ujarnya.
Baca Juga: Manfaatkan BRI UMKM EXPO(RT), Serius Pangan Nusantara Siap Perluas Pasar
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
BRI Peduli Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu di Purwodadi
-
7 Fakta Penemuan Pendaki Syafiq Ali Usai 17 Hari Hilang di Gunung Slamet
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global