"Jepara punya industri mebel, Kudus dengan rokok dan UMKM-nya, Pati kuat di pertanian dan perikanan, Rembang dan Blora juga demikian. Kalau semua potensi ini dikelola bersama, maka kita bisa menciptakan pusat-pusat ekonomi baru," katanya.
Menurut Luthfi, semangat aglomerasi tidak bisa hanya menjadi konsep. Ia menegaskan perlunya kolaborasi antarbupati untuk merumuskan prioritas pembangunan wilayah yang saling mendukung. Pemerintah provinsi, lanjutnya, akan memfasilitasi forum-forum koordinasi lintas wilayah.
"Aglomerasi ini adalah nafas baru untuk menumbuhkan perekonomian wilayah. Bupati-bupati tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Harus ada sinergi. Kita bangun kekuatan bersama dari potensi lokal yang kita punya," pungkasnya.
Menuju Swasembada
Musrenbangwil kali ini menjadi momentum penting untuk menyatukan pandangan dan menyelaraskan kebijakan antardaerah. Bukan hanya sebagai forum seremonial tahunan, tetapi juga sebagai ruang diskusi strategis dalam membentuk masa depan pangan dan ekonomi Jawa Tengah.
Dengan pendekatan pembangunan partisipatif dan berbasis data, Provinsi Jawa Tengah berharap dapat menjadi contoh nasional dalam menyeimbangkan pembangunan sektor pertanian dan industri, tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan petani.
Jika langkah-langkah tersebut berhasil dijalankan, bukan tidak mungkin Jawa Tengah akan berdiri sebagai poros pangan nasional, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis aglomerasi wilayah yang inklusif dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin