Ia juga mendengar suara tawa dan tangisan yang bergema tanpa sumber setiap malam. Puncak kengerian datang pada malam kelima.
"Saya merasakan ada sesuatu yang menjalar di kaki saya. Ternyata... kepala manusia. Merah, rambut panjang, tanpa wajah," kata Aris dengan nada bergetar, mengenang malam tergelap dalam hidupnya.
Diduga Bekas Ruang Eksekusi
Menurut cerita yang beredar di kalangan narapidana, ruangan isolasi itu dulunya adalah tempat eksekusi bagi tahanan politik. Bahkan, Aris pernah melihat batu panjang yang katanya menjadi tempat mengikat napi sebelum dieksekusi.
"Beberapa napi lain menyebut tempat itu sebagai bekas ruang penyiksaan," jelasnya.
Aura ruangan tersebut bukan hanya suram, tapi seakan menyimpan dendam masa lalu. Tidak sedikit napi yang dimasukkan ke sana akhirnya mengalami gangguan kejiwaan, bahkan sebelum hari ketiga berakhir.
14 Hari yang Melawan Logika
Yang menjadikan kisah ini luar biasa adalah fakta bahwa Aris mampu bertahan selama 14 hari—empat kali lebih lama dari batas mitos yang dipercaya. Petugas penjara sendiri terkejut melihatnya masih waras dan hidup saat keluar dari ruangan itu.
"Waktu saya keluar, petugas bilang, 'Kamu masih hidup? Hebat juga kamu'," kenang Aris.
Baca Juga: Lupa Kasih Persembahan di Malam Jumat Kliwon, Kisah Tragis Pengusaha yang Ingkar Janji Pesugihan
Aris berharap kisahnya menjadi pelajaran bagi generasi muda agar tidak menyepelekan hukum. Penjara, katanya, bukan sekadar tempat hukuman, tetapi tempat di mana manusia diuji sampai ke batas terendah—secara fisik, mental, bahkan spiritual.
"Jangan sampai kalian merasakan sendiri seperti saya. Penjara itu bukan tempat rehabilitasi, tapi ujian mental dan spiritual yang sangat berat," tutupnya penuh peringatan.
Kisah Aris bukan sekadar cerita seram dari balik jeruji besi, melainkan cermin nyata betapa kerasnya kehidupan di balik tembok penjara baik secara lahir maupun batin.
Sebuah pengingat bahwa kebebasan adalah nikmat yang tak ternilai, dan pilihan yang kita ambil hari ini bisa menentukan apakah kita akan menghadapinya dalam cahaya atau dalam gelapnya ruang isolasi.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan
-
22 Kasus Kekerasan di Pondok Pesantren Jateng Catat 85 Korban, Pencegahan Jadi Sorotan
-
Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan
-
Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik
-
Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding