SuaraJawaTengah.id - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui edukasi keuangan dan perluasan akses permodalan.
Kali ini, BRI Slawi turut ambil bagian dalam Program Peningkatan Kapasitas Usaha dan Perluasan Akses Permodalan yang digelar oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia di Desa Wisata Cempaka, Kabupaten Tegal, pada Kamis (22/5/2025).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukatif, namun juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam membangun ekonomi lokal dari bawah.
Desa Cempaka yang dahulu termasuk dalam kategori desa tertinggal melalui program Inpres Desa Tertinggal (IDT), kini mulai menunjukkan geliatnya sebagai desa wisata berbasis potensi lokal.
Desa Cempaka terletak di perbatasan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.
Dengan jumlah penduduk sekitar 5.000 jiwa yang mayoritas bekerja sebagai petani, perantau, dan pedagang, desa ini memiliki potensi sumber daya alam yang luas, sekitar 400 hektar, terdiri atas tanah pertanian, lahan perhutani, kebun, dan sungai.
Salah satu pusat geliat ekonomi kreatif di desa ini adalah Pasar Slumpring, pasar tematik yang menjadi ikon desa.
Selain itu, terdapat Pasar Slumpring yang terletak di tengah kawasan Desa Cempaka, dibangun di kawasan kebun bambu alami di atas mata air Tuk Mudal.
Setiap hari Minggu, pasar ini dipadati oleh sekitar 50 pedagang yang menjajakan beragam kuliner khas tempo dulu dan kekinian.
Baca Juga: Komitmen BRI: Ciptakan SDM Unggul Lewat Akses Pendidikan Digital, Termasuk di Wilayah 3T
Uniknya, seluruh pedagang telah mengantongi sertifikasi halal dari Kementerian Agama serta diawasi secara berkala oleh Dinas Kesehatan, menjamin kualitas dan keamanan pangan yang dijajakan.
Meski hanya buka satu hari dalam seminggu, pasar ini menjadi solusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Selain menjadi destinasi wisata kuliner dan budaya, Pasar Slumpring telah membuka lapangan kerja dan memberikan tambahan pendapatan bagi warga, terutama ibu rumah tangga dan pemuda desa.
Dalam kesempatan tersebut, Moh Rofi Sulchan, Kepala Unit BRI Bumijawa, Slawi, hadir sebagai pembicara dan menyampaikan pentingnya pemahaman literasi keuangan bagi pelaku usaha mikro dan kecil di pedesaan.
“Harapannya, masyarakat Desa Cempaka dapat lebih memahami pengelolaan keuangan usaha yang sederhana. Ini penting sebagai cerminan dari usaha mereka sendiri serta sebagai langkah awal untuk mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu (28/5/2025).
Ia menambahkan bahwa edukasi keuangan bukan hanya tentang mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami potensi usahanya, mengelola risiko, dan memanfaatkan akses pembiayaan yang tersedia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kudus Darurat Longsor! Longsor Terjang 4 Desa, Akses Jalan Putus hingga Mobil Terperosok
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal