SuaraJawaTengah.id - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Semarang Brigjen Sudiarto menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih yang diinisiasi pemerintah pusat.
Melalui skema pendampingan dan penyediaan layanan perbankan digital, BRI akan menyasar 177 kelurahan di wilayah kerjanya sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan ekonomi desa.
Sanie Febriyanti, selaku Funding and Transaction Manager BRI Cabang Semarang Brigjen Sudiarto, menegaskan bahwa BRI telah menyiapkan skema pendampingan untuk koperasi yang akan dikelola di tingkat kelurahan dan desa, khususnya dalam mendukung pembukaan rekening, sistem bisnis koperasi sebagai agen BRILink, serta penggunaan layanan digital seperti QRIS dan pinjaman mikro.
"Kami siap support untuk Koperasi Merah Putih yang akan dikelola kelurahan-kelurahan. Mulai dari pembukaan rekening, sistem bisnis sebagai agen BRILink, QRIS, pinjaman dan lainnya, semuanya akan kami fasilitasi," ujar Sanie dalam keterangan tertulis pada Selasa (10/6/2025).
Tak hanya sekadar menyediakan layanan keuangan, BRI juga akan aktif melakukan edukasi kepada para penyuluh koperasi dan petani yang terlibat.
Sanie menambahkan, "Kami mengedukasi penyuluhnya, tentang mekanisme menjadi agen BRILink, bagaimana mengelola keuangan melalui aplikasi, permodalan, dan fitur-fitur internet banking juga kami sosialisasikan."
Menurut Sanie, pendekatan ini diharapkan mampu mendukung kemandirian koperasi di desa-desa sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan masyarakat pedesaan.
"Targetnya, kami akan bantu 177 kelurahan di wilayah kerja BRI Semarang Cabang Brigjen Sudiarto," tegasnya.
Dukung Program Nasional
Baca Juga: Main Game Sambil Melek Finansial, BRI Ajak Gen Z Salatiga Kenal BRILink
Dukungan BRI ini sejalan dengan rencana peluncuran Koperasi Desa Merah Putih yang dijadwalkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.
Diberitakan sebelumnya pada artikel Suara.com berjudul Koperasi Merah Putih Gagasan Prabowo Diluncurkan 12 Juli 2025, Dana Desa Jadi Modal Awal, program tersebut digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai strategi penguatan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (6/3/2025), Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa target pembentukan 70 ribu koperasi pada tahun ini akan dilakukan melalui tiga pendekatan utama: membangun koperasi baru, merevitalisasi koperasi yang sudah ada, dan mengembangkan koperasi sesuai dengan kondisi lokal tiap desa.
“Kami akan sesuaikan pendekatan pembentukan koperasi berdasarkan kebutuhan dan potensi desa masing-masing,” terang Budi Arie.
Mengenai modal awal, pemerintah telah menyiapkan berbagai sumber pendanaan, termasuk dana desa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hingga pinjaman dari bank-bank Himbara, termasuk BRI.
Pembentukan Tim Khusus dan Musyawarah Desa
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan