Kegelisahan Sabrang bukan tanpa alasan. Ia merasa memiliki beban moral untuk terus memikirkan dan mencari solusi bagi bangsa. Baginya, pemahaman mendalam akan suatu masalah secara otomatis melahirkan tanggung jawab.
"Merasa bertanggung jawab mencari solusi karena ia memahami masalahnya. Jika tidak paham, ia tidak merasa punya kewajiban," tegasnya.
Dorongan inilah yang membuatnya terus bersuara, terutama saat ia melihat tidak banyak pihak yang mau atau mampu memikirkan persoalan fundamental bangsa secara serius.
Ia menyindir bahwa kebanyakan orang cenderung malas berpikir atau memang tidak memahami kompleksitas masalah yang sebenarnya dihadapi Indonesia.
Pandangan Sabrang ini menjadi tamparan keras sekaligus pengingat bahwa di balik kebuntuan, selalu ada celah untuk perubahan, meski datang dari arah yang paling tak terduga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
Ke China Makin Praktis, QRIS Cross Border BRImo Kini Bisa Dipakai di Merchant Lokal
-
BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026, Cermin Pentingnya Wealth Management
-
Sajajar Desak Kemenag Tindak Tegas Pelaku Pembubaran Kemah Ahmadiyah di Karanganyar
-
Pemkot Semarang Buka Pintu Sekolah Negeri untuk Anak Perantau dan Sediakan 6.000 Kursi Swasta Gratis
-
Sarif Abdillah Dorong Destinasi Wisata Jateng Perkuat Standar Keselamatan Wisatawan