Selain itu, kalender Jawa juga menjadi acuan bagi mereka yang menjalankan puasa weton, sebuah laku spiritual yang dilakukan pada hari kelahiran versi Jawa dengan keyakinan untuk membersihkan diri dan mendatangkan keberkahan.
Sejarah di Balik Penanggalan Warisan Sultan Agung
Keunikan kalender Jawa tidak lepas dari sejarahnya yang digagas oleh Raja Mataram Islam. Kalender Jawa diciptakan oleh Sultan Agung dari Mataram pada tahun 1633 Masehi.
Tujuannya adalah untuk menyatukan sistem penanggalan Saka yang berbasis matahari (warisan Hindu) dengan kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan (Islam), sebagai upaya akulturasi budaya dan penyebaran agama.
Keputusan visioner Sultan Agung ini menciptakan sebuah sistem penanggalan yang kompleks namun sarat makna, yang terus relevan dan digunakan oleh masyarakat Jawa hingga kini untuk menavigasi berbagai aspek kehidupan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Edukasi Finansial, Dorong Semangat Belajar
-
Didakwa Pasal Berlapis, Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq Tak Ajukan Keberatan