Selain itu, kalender Jawa juga menjadi acuan bagi mereka yang menjalankan puasa weton, sebuah laku spiritual yang dilakukan pada hari kelahiran versi Jawa dengan keyakinan untuk membersihkan diri dan mendatangkan keberkahan.
Sejarah di Balik Penanggalan Warisan Sultan Agung
Keunikan kalender Jawa tidak lepas dari sejarahnya yang digagas oleh Raja Mataram Islam. Kalender Jawa diciptakan oleh Sultan Agung dari Mataram pada tahun 1633 Masehi.
Tujuannya adalah untuk menyatukan sistem penanggalan Saka yang berbasis matahari (warisan Hindu) dengan kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan (Islam), sebagai upaya akulturasi budaya dan penyebaran agama.
Keputusan visioner Sultan Agung ini menciptakan sebuah sistem penanggalan yang kompleks namun sarat makna, yang terus relevan dan digunakan oleh masyarakat Jawa hingga kini untuk menavigasi berbagai aspek kehidupan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis
-
Dulu Kerap Ditolak dan Dibully, Pekerja Difabel Ini Temukan Rumah Baru di Pabrik Rokok Magelang
-
Mengenal Varian Cicada, Ahli Sebut Anak-Anak Lebih Rentan Tertular Dibanding Dewasa
-
Cuaca Semarang Jumat Ini 'Adem Ayem', BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Lain