Selain itu, kalender Jawa juga menjadi acuan bagi mereka yang menjalankan puasa weton, sebuah laku spiritual yang dilakukan pada hari kelahiran versi Jawa dengan keyakinan untuk membersihkan diri dan mendatangkan keberkahan.
Sejarah di Balik Penanggalan Warisan Sultan Agung
Keunikan kalender Jawa tidak lepas dari sejarahnya yang digagas oleh Raja Mataram Islam. Kalender Jawa diciptakan oleh Sultan Agung dari Mataram pada tahun 1633 Masehi.
Tujuannya adalah untuk menyatukan sistem penanggalan Saka yang berbasis matahari (warisan Hindu) dengan kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan (Islam), sebagai upaya akulturasi budaya dan penyebaran agama.
Keputusan visioner Sultan Agung ini menciptakan sebuah sistem penanggalan yang kompleks namun sarat makna, yang terus relevan dan digunakan oleh masyarakat Jawa hingga kini untuk menavigasi berbagai aspek kehidupan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti
-
Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun
-
Hari Santri, PKB Jateng Perkuat Gerakan Sosial hingga Dorong UMKM Naik Kelas
-
Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam