SuaraJawaTengah.id - Dalam budaya Jawa, pemilihan hari untuk menggelar pernikahan atau hajatan bukanlah perkara sepele.
Tidak hanya mempertimbangkan kesiapan teknis, banyak keluarga Jawa juga merujuk pada Primbon sebagai panduan spiritual dan kosmologis.
Salah satu kombinasi hari pasaran yang kerap dipertanyakan adalah “Selasa Pahing”.
Apakah hari tersebut baik untuk mengadakan pernikahan, khitanan, atau selamatan rumah?
Untuk menjawab hal itu, kita perlu merujuk pada Primbon Betaljemur Adammakna, sebuah naskah klasik yang menjadi acuan utama dalam penentuan hari baik dan buruk menurut sistem penanggalan Jawa.
Neptu Selasa Pahing dan Arti Filosofisnya
Primbon Jawa menghitung hari baik atau buruk berdasarkan sistem neptu, yakni angka yang melekat pada hari dan pasaran.
Dalam hal ini, Selasa memiliki nilai neptu 3 dan Pahing memiliki nilai 9. Jika dijumlahkan, Selasa Pahing memiliki total neptu 12.
Angka 12 termasuk dalam kategori neptu yang cukup kuat, melambangkan energi panas, semangat, dan kepemimpinan.
Baca Juga: Weton Senin Pahing: Jejak Karakter, Rezeki, dan Jodoh Menurut Primbon Jawa
Namun dalam konteks pernikahan, kekuatan energi ini dapat menjadi pedang bermata dua.
Di satu sisi, bisa mendukung pernikahan yang kokoh dan berwibawa. Di sisi lain, bisa menimbulkan ketegangan jika tidak dibarengi dengan laku spiritual yang meneduhkan.
Dalam Primbon Betaljemur, Selasa Pahing disebut memiliki watak “wasesa segara” (kuasa seperti lautan) yang menggambarkan karakter hari yang penuh gelombang dan dinamika.
Energi besar ini idealnya digunakan untuk hal-hal yang bersifat kepemimpinan, musyawarah, atau perkara sosial-politik. Maka, bagaimana jika hari ini digunakan untuk hajatan pribadi seperti pernikahan?
Selasa Pahing untuk Pernikahan: Perlu Pertimbangan Mendalam
Menurut beberapa pakar budaya Jawa seperti Ki Seno Nugroho dan interpretasi kitab Betaljemur, Selasa Pahing bukanlah pilihan utama untuk acara pernikahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
7 Langkah Cepat Pemprov Jateng Atasi Bencana di Jepara, Kudus, dan Pati
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
7 Fakta Menarik Tentang Karakter Orang Banyumas Menurut Prabowo Subianto
-
Honda Mobilio vs Nissan Grand Livina: 7 Perbedaan Penting Sebelum Memilih
-
7 Mobil Listrik Murah di Indonesia, Harga Mulai Rp100 Jutaan