SuaraJawaTengah.id - Tepat enam bulan memimpin Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi memamerkan sejumlah capaian pembangunan yang menunjukkan tren positif.
Dalam momentum Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah, Luthfi mengungkap bahwa Jateng berhasil menjadi juara dalam realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa pada semester I tahun 2025.
Pencapaian gemilang ini disampaikan langsung oleh Luthfi saat menjadi inspektur upacara di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Selasa (19/8/2025).
Ia menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja kolaboratif lintas sektor, bukan kerja individu.
“Hari ini, 19 Agustus 2025, tepat 6 bulan saya bersama Gus Yasin memimpin Provinsi Jawa Tengah. Capaian Jawa Tengah pada Semester I 2025 menunjukkan arah pembangunan yang positif,” kata Luthfi di hadapan peserta upacara.
Data menunjukkan realisasi investasi di Jawa Tengah hingga semester I 2025 mencapai angka fantastis Rp 45,58 triliun, tertinggi di antara provinsi lain di Pulau Jawa. Singapura, RRT, Hongkong, Korea Selatan, dan Samoa Barat menjadi kontributor terbesar.
“Kabupaten Demak menjadi lokasi investasi tertinggi dengan Rp 6,24 triliun, disusul Kendal, Batang, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang,” beber Luthfi.
Tingginya investasi ini berbanding lurus dengan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Luthfi menyebut, penyerapan tenaga kerja pada periode yang sama mencapai 222 ribu orang, kembali menempatkan Jateng di posisi teratas di Pulau Jawa.
“Ini penting di Jateng, investasi padat modal juga menyerap tenaga kerja lebih banyak,” kata dia.
Baca Juga: Rekor Nasional! 2.000 Keluarga di Brebes Lulus dari Kemiskinan, Ini Kunci Suksesnya
Tak hanya soal investasi, Luthfi juga memaparkan keberhasilan di sektor ekonomi makro lainnya. Pertumbuhan ekonomi provinsi ini melesat dari 4,96% di triwulan I menjadi 5,28% di triwulan II. Yang lebih penting, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,58% pada semester II 2024 menjadi 9,48% di semester I 2025.
“Kita doakan bisa lebih menggigit lagi, karena keberhasilan pembangunan apapun, parameternya adalah kesejahteraan masyarakat, dengan kemiskinan menurun,” kata Luthfi.
Di sisi lain, Pemprov Jateng juga fokus pada pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) di berbagai bidang.
Sektor pendidikan diguyur anggaran Rp9,355 triliun untuk renovasi 322 sekolah, pembangunan 10 sekolah baru, hingga beasiswa bagi 15 ribu siswa miskin. Di bidang pekerjaan umum, dilakukan peningkatan dan rehabilitasi jalan sepanjang lebih dari 132 km.
Luthfi menekankan, seluruh capaian ini adalah hasil kerja tim yang solid. Ia mengajak semua elemen untuk terus bergandengan tangan, tanpa ego sektoral, demi mewujudkan visi "Jawa Tengah Maju dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045".
"Jadi membangun Jawa Tengah itu harus super team dan bersama-sama. Tidak boleh punya ego sektoral atau superman, tidak boleh menang-menangan, tetapi bersama-sama, karana nyawanya Jawa Tengah adalah kebersamaan, gotong royong yang itu sudah ditularkan oleh para pendahulu kita," kata Luthfi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kudus Darurat Longsor! Longsor Terjang 4 Desa, Akses Jalan Putus hingga Mobil Terperosok
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal