- BMKG prediksi Semarang dan sejumlah kota besar lain akan diguyur hujan dengan intensitas ringan.
- Peringatan serius dikeluarkan untuk potensi banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Jawa Tengah.
- Munculnya Bibit Siklon Tropis 93W menjadi pemicu peningkatan awan hujan dan angin kencang.
SuaraJawaTengah.id - Warga Semarang dan sekitarnya diimbau untuk tetap waspada meski cuaca hari ini, Kamis (2/10/2025), diprakirakan hanya akan diguyur hujan berintensitas ringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) justru mengeluarkan peringatan lebih serius terkait potensi banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Jawa Tengah.
Ancaman genangan air laut yang melimpas ke daratan ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan pesisir utara, termasuk Semarang.
Peringatan ini sejalan dengan adanya potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.
Prakirawan cuaca BMKG, Muhammad Risky dalam siaran daring yang diikuti di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa "potensi banjir rob dapat terjadi di Pesisir Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah."
Selain Semarang, hujan dengan intensitas ringan juga diperkirakan akan turun di sejumlah kota besar lainnya. BMKG mencatat kota-kota tersebut antara lain Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bandung, Yogyakarta, Palangka Raya, Manado, hingga Jayapura.
Sementara itu, beberapa daerah lain seperti Pangkalpinang, Serang, dan Mamuju berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang. Peringatan lebih tinggi diberikan untuk Kota Palembang, Jakarta, dan Pontianak yang diprediksi akan dilanda hujan disertai petir.
Penyebab utama dari dinamika cuaca ekstrem ini adalah terdeteksinya fenomena atmosfer yang signifikan. Risky menjelaskan, "terdeteksi Bibit Siklon Tropis 93W di timur Filipina memanjang hingga wilayah Papua bagian utara dan diperkirakan menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan."
Kehadiran bibit siklon ini, ditambah sirkulasi siklonik di Samudera Hindia, secara langsung meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Baca Juga: Jelajah Rasa! Ini Daftar Kota di Jawa Tengah yang Jadi Surganya Pecinta Kuliner
Tak hanya itu, fenomena ini juga memicu percepatan angin permukaan hingga lebih dari 25 knot atau sekitar 46 km/jam di sejumlah wilayah di Indonesia, yang patut diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan penerbangan serta berpotensi menumbangkan pohon.
Di sisi lain, saat sebagian wilayah waspada akan hujan dan banjir, beberapa daerah justru menghadapi ancaman suhu panas maksimum.
BMKG melaporkan suhu panas pada siang hari bisa mencapai 30-34 derajat Celcius di kota-kota seperti Denpasar, Mataram, Kupang, Samarinda, dan Banjarmasin.
Wilayah-wilayah ini juga diprakirakan akan diselimuti cuaca berawan tebal hingga berkabut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Pecah Turis Borobudur, Pemprov Jateng Bentuk Sabuk Wisata 'Keburejo-Gelangmanggung'
-
Dari Kebocoran hingga Kapal Terbakar: Pertamina Simulasi Keadaan Darurat di Pesisir Semarang
-
Kudus Jadi Fokus! Kapolda Jateng Genjot Transformasi Pelayanan Publik hingga Pendidikan Anak
-
The King is Back! Hari Nur Yulianto Resmi Pulang untuk Selamatkan Marwah PSIS Semarang
-
Babak Baru APINDO Jateng: Kolaborasi Kuat untuk Ekosistem Ekonomi yang Sehat