- Serabi jajanan pasar sejak 1923, fleksibel hadir dalam varian manis kinca hingga gurih oncom.
- Asal-usul serabi diperdebatkan, tapi tetap jadi simbol kuliner Nusantara lintas budaya dan zaman.
- Dari Solo, Bandung, hingga varian durian, serabi bertransformasi modern tanpa hilang identitas asli.
5. Solo dan Bandung, Dua Ikon Serabi Indonesia
Di Indonesia, ada banyak jenis serabi, mulai dari Solo, Bandung, Jakarta, hingga Mataram. Namun, dua yang paling populer adalah serabi Solo dan serabi Bandung. Serabi Bandung dibuat dari tepung terigu dan disajikan dengan kinca, sementara serabi Solo menggunakan tepung beras dengan santan yang langsung dicampur ke dalam adonan.
6. Ada Varian Serabi Durian yang Hits
Selain varian klasik, ada juga serabi Minang yang populer di Sumatera Utara. Salah satu varian yang paling dicari adalah serabi kuah durian. Manisnya kuah gula berpadu dengan aroma khas durian membuatnya jadi buruan para pecinta kuliner. Inilah bukti bahwa serabi mampu mengikuti selera lokal di berbagai daerah.
7. Dari Jajanan Pasar ke Kuliner Modern
Dulu, serabi hanya bisa ditemui di pasar tradisional. Kini, serabi hadir di kafe hingga restoran dengan tampilan lebih modern. Ada serabi topping cokelat, keju, hingga green tea. Meski tampil kekinian, serabi tetap mempertahankan akar tradisionalnya. Sederhana tapi bikin nagih.
Serabi bukan hanya soal rasa, tapi juga sejarah panjang dan kebudayaan di baliknya. Dari Sunda hingga Sumatera, dari resep klasik hingga inovasi modern, serabi terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya.
Jadi, lain kali ketika Anda menyantap serabi hangat dengan kuah kinca atau durian, ingatlah bahwa setiap gigitan membawa jejak sejarah kuliner Nusantara yang sudah bertahan hampir seabad lamanya.
Kontributor : Dinar Oktarini
Baca Juga: Sejarah dan Keunikan Soto Garing Klaten, Soto Kering Tanpa Kuah
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Menjemput Peluang di Tengah Krisis: Harap Cemas Industri Percetakan Jogja Menanti Kebangkitan
-
Jateng Darurat Campak! 2.188 Kasus Suspek Terdeteksi
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Antisipasi Krisis Pangan, Sarif Abdillah Minta Pemda Segera Bergerak Sebelum Kemarau Puncak
-
Cuan Rp1 Miliar Per Bulan dari Oplos LPG Subsidi, Sindikat di Jateng Akhirnya Dibekuk Polisi!