- Banyak kuliner khas Indonesia ternyata adaptasi resep Belanda, lalu diberi sentuhan cita rasa lokal.
- Perkedel, semur, kroket, hingga kastengel lahir dari akulturasi resep kolonial dan rempah Nusantara.
- Kini hidangan itu melebur jadi identitas kuliner nasional, bukti kuliner mampu menjembatani budaya.
SuaraJawaTengah.id - Sejarah panjang penjajahan Belanda di Indonesia tidak hanya meninggalkan jejak politik dan budaya, tetapi juga warisan kuliner.
Banyak makanan yang kita anggap “asli Indonesia” ternyata merupakan adaptasi dari resep Belanda.
Meski begitu, cita rasa lokal membuat kuliner tersebut punya karakter khas Nusantara. Sebagaimana dikutip dari akun Janji Dunia, berikut enam di antaranya:
1. Perkedel: Dari Frikadeller ke Lauk Harian
Siapa tak kenal perkedel? Makanan berbahan kentang tumbuk ini sangat akrab di warteg hingga rumah makan Padang. Ternyata asal-usulnya dari hidangan Belanda bernama frikadeller, yakni campuran kentang dan daging.
Di Indonesia, perkedel lebih sederhana, biasanya kentang goreng tumbuk yang diberi sedikit bumbu dan digoreng. Meski sederhana, posisinya kuat di hati masyarakat karena cocok jadi lauk pendamping nasi.
2. Klapertart: Dessert Manado dengan Sentuhan Eropa
Klapertart dikenal sebagai kue khas Manado, tetapi akarnya berasal dari Belanda. Resepnya menggunakan terigu, susu, gula, mentega, dan daging kelapa muda, bahan yang mudah ditemukan di Indonesia.
Orang Belanda pada masa kolonial memodifikasi resep kue susu mereka dengan menambahkan kelapa, sehingga tercipta paduan manis-gurih yang khas. Kini klapertart menjadi sajian wajib di Manado, bahkan sering muncul di acara-acara perayaan.
Baca Juga: Gaji Rp3 Juta Beli Rumah Bukan Mimpi, Ini Hitungan KPR Subsidi yang Masuk Akal!
3. Semur: Adaptasi Bumbu Kecap Nusantara
Semur identik dengan daging berkuah kecap manis dan rempah. Namun, asalnya dari kuliner Belanda yang disebut “smoor”, artinya merebus dengan tomat dan bawang bombay.
Orang Indonesia kemudian menambahkan kecap manis, pala, dan rempah Nusantara sehingga rasanya makin kaya. Varian semur pun banyak, dari semur daging sapi, ayam, telur, hingga semur jengkol. Makanan ini menjadi simbol akulturasi sempurna antara bumbu Belanda dan kekayaan rempah lokal.
4. Kastengel: Kue Keju Lebaran dari Negeri Kincir
Kastengel selalu ada di toples saat Lebaran atau Natal. Nama kastengel sendiri berasal dari bahasa Belanda: kaas berarti keju dan stengels berarti batang. Di Belanda, kue ini lebih panjang seperti stik.
Namun di Indonesia, bentuknya lebih mungil agar pas masuk ke dalam toples. Rasa gurih keju yang kuat menjadikannya favorit lintas generasi. Tak heran kalau kastengel menjadi simbol hidangan kue kering khas perayaan di tanah air.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
7 Fakta Menarik Tentang Karakter Orang Banyumas Menurut Prabowo Subianto
-
Honda Mobilio vs Nissan Grand Livina: 7 Perbedaan Penting Sebelum Memilih
-
7 Mobil Listrik Murah di Indonesia, Harga Mulai Rp100 Jutaan
-
7 Fakta Banjir dan Longsor Mengerikan yang Menghantam Kudus, 1 Korban Tewas!
-
Wujud Syukur 12 Tahun Perjalanan Perusahaan, Semen Gresik Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim