- Bank umumnya menyetujui cicilan KPR maksimal 30% dari gaji, yaitu sekitar Rp900 ribu untuk gaji Rp3 juta.
- Program KPR FLPP dari pemerintah menawarkan bunga tetap 5%, DP ringan 1%, dan tenor cicilan hingga 20 tahun.
- Kunci utamanya adalah disiplin menabung di awal dan memangkas drastis pengeluaran gaya hidup konsumtif.
SuaraJawaTengah.id - Harga properti yang terus meroket sementara Upah Minimum Regional (UMR) terasa jalan di tempat membuat banyak pekerja, terutama di kota besar, merasa pesimis bisa memiliki rumah sendiri.
Stigma bahwa gaji Rp3 jutaan hanya cukup untuk bertahan hidup seolah menjadi pembenaran.
Namun, jika ditelisik lebih dalam, ada celah realistis yang bisa ditembus, yakni melalui skema KPR subsidi dari pemerintah.
Memiliki hunian pribadi bukan lagi soal besar atau kecilnya gaji, melainkan soal strategi dan prioritas.
Bagi Anda yang berpenghasilan Rp3 juta per bulan, pintu untuk menjadi pemilik rumah ternyata masih terbuka lebar, asalkan mau disiplin dan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Logika Hitungan KPR Subsidi untuk Gaji UMR
Kunci pertama untuk membuka peluang ini adalah memahami bagaimana perbankan bekerja. Bank memiliki aturan umum bahwa total cicilan bulanan seorang nasabah idealnya tidak lebih dari 30% total pendapatan bersih.
Dengan gaji Rp3 juta, maka batas aman cicilan yang kemungkinan besar akan disetujui oleh bank adalah sekitar Rp900.000 per bulan.
Angka ini mungkin terdengar mustahil untuk mencicil rumah di tengah gempuran harga properti saat ini. Namun di sinilah peran krusial program pemerintah seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Baca Juga: Awas! Gubernur Luthfi Wanti-wanti ke Kades, Gandeng Aparat Kawal Dana Desa Rp7,9 T di Jateng
Program KPR subsidi ini dirancang khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan sejumlah keuntungan signifikan:
- Suku Bunga Tetap: Hanya 5% flat hingga akhir masa cicilan. Ini memberikan kepastian angsuran yang tidak akan naik turun.
- Uang Muka (DP) Ringan: DP bisa ditekan mulai dari 1% dari harga rumah.
- Tenor Panjang: Jangka waktu cicilan bisa mencapai 20 tahun, membuat angsuran bulanan menjadi sangat terjangkau.
Dengan cicilan di bawah Rp1 juta, Anda berpotensi mendapatkan rumah subsidi di area penyangga Jakarta (seperti Bogor, Bekasi, atau Tangerang) dengan harga di kisaran Rp160 juta hingga Rp180 jutaan.
Ubah Kebiasaan, Wujudkan Impian
Setelah memahami hitung-hitungan di atas, pekerjaan rumah sesungguhnya ada pada diri sendiri. Persetujuan KPR hanyalah satu bagian, kemampuan membayar cicilan secara konsisten adalah bagian lainnya.
"Aturan emasnya adalah 'pay yourself first'. Sisihkan 20-30% penghasilan untuk tabungan DP rumah begitu gajian, jangan menunggu sisa," ungkap seorang perencana keuangan.
Artinya, dengan gaji Rp3 juta, Anda harus "memaksa" diri untuk langsung menabung Rp600.000 hingga Rp900.000 ke rekening terpisah yang tidak bisa diutak-atik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Wujud Syukur 12 Tahun Perjalanan Perusahaan, Semen Gresik Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
-
Darurat Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah: Wagub Taj Yasin Desak Perusahaan Genjot Budaya K3!
-
Jawa Tengah Siaga! BMKG Peringatkan Banjir dan Longsor Mengancam Hingga Februari 2026
-
Ini Ciri-ciri Aplikasi Penghasil Uang yang Aman dan Terpercaya
-
Avanza Kalah Telak! Inilah Mobil Seumur Hidup Pilihan Terbaik di Bawah 200 Juta