- Penyebab Panas: Posisi matahari kini berada di selatan Indonesia, mengurangi awan hujan.
- Suhu Tertinggi: Semarang, Serang, Yogyakarta, dan Surabaya catat suhu hingga 35 derajat Celcius.
- Kapan Hujan?: Hujan diprediksi merata di seluruh wilayah Indonesia pada Desember hingga Februari.
SuaraJawaTengah.id - Cuaca panas menyengat yang dirasakan warga di Jawa Tengah dan sejumlah kota besar lainnya selama dua pekan terakhir akhirnya terjawab.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan biang keladi di balik suhu yang terasa lebih gerah dari biasanya, bahkan di beberapa wilayah seperti Semarang suhu sempat menyentuh 34-35 derajat Celcius.
Fenomena ini ternyata bukan tanpa alasan ilmiah. Penyebab utamanya adalah pergeseran posisi matahari yang kini berada tepat di selatan wilayah Indonesia. Kondisi ini memberikan dampak langsung pada cuaca di daratan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa pergeseran posisi matahari ini secara signifikan mengurangi pembentukan awan hujan di wilayah selatan khatulistiwa.
"Saat ini kenapa terlihat panas? Karena di sisi selatan matahari sekarang itu udah bergeser di selatan wilayah Indonesia," jelas Guswanto dikutip dari ANTARA Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Ia menambahkan, minimnya awan membuat tidak ada "penghalang" alami dari terik sinar matahari. Akibatnya, panas matahari langsung jatuh ke permukaan bumi tanpa filter, membuat temperatur udara terasa begitu menyiksa.
"Ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan," tambahnya.
Berdasarkan data BMKG, temperatur ideal untuk wilayah perkotaan di Indonesia sejatinya berada di kisaran 31-34 derajat Celcius.
Namun, beberapa kota mencatatkan suhu di atas rata-rata. Selain Semarang, kota lain seperti Serang, Yogyakarta, dan Surabaya juga merasakan panas dengan temperatur maksimum mencapai 35 derajat Celcius.
Baca Juga: Anak Bisa Belajar Tenang, Berkah Listrik Gratis Pemprov Jateng yang Ubah Nasib Warga Miskin
Kapan Musim Hujan Tiba?
Meskipun Indonesia secara teknis telah memasuki musim hujan sejak Agustus, prosesnya tidak terjadi serentak. Luasnya wilayah kepulauan menjadi faktor utama mengapa distribusi hujan belum merata.
Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia baru akan merasakan musim hujan secara lebih merata pada bulan November mendatang.
Puncak musim hujan yang ditandai dengan curah hujan tinggi di hampir seluruh daerah diprediksi akan terjadi pada periode Desember hingga Februari.
"Nanti di Desember, Januari, Februari itu sudah serentak," tegas Guswanto.
Meski demikian, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Di tengah transisi musim ini, potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir diperkirakan dapat terjadi di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan, termasuk di Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jawa bagian tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya
-
Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!
-
Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen
-
MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman
-
Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang