- Alumnus SMAN 11 Semarang diduga sebar 1.100 video porno AI yang targetkan siswi dan guru.
- Pihak sekolah dituding berusaha menutupi skandal dengan mediasi tertutup yang memicu amarah.
- Ratusan siswa berdemo menuntut transparansi dan keadilan bagi para korban dari Kepala Sekolah.
SuaraJawaTengah.id - Sebuah skandal kelam tengah membakar reputasi SMAN 11 Semarang. Di balik gerbang sekolah yang megah, predator digital beraksi, mengubah wajah puluhan siswi hingga seorang guru menjadi objek fantasi bejat melalui teknologi Artificial Intelligence (AI).
Namun, saat kejahatan terbongkar, pihak sekolah justru dituding sibuk menyelamatkan muka ketimbang nasib para korban.
Kasus ini meledak dari sebuah kotak pandora digital: folder Google Drive bernama ‘Skandal Smanse’. Di dalamnya tersimpan tak kurang dari 1.100 video rekayasa cabul.
Jejak kejahatan juga tersebar di platform X (dulu Twitter), dengan lebih dari 300 unggahan pornografi yang menjadikan siswi-siswi sebagai korbannya.
Otak di balik teror digital ini adalah Chiko Radityatama Agung Putra, seorang alumnus yang ironisnya kini berstatus mahasiswa hukum.
Sejak 2023, ia diduga telah memproduksi dan menyebarkan konten-konten tersebut, menghancurkan privasi dan martabat para korban secara sistematis.
Alih-alih memberikan perlindungan, respons pihak sekolah di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Roro Tri Widiyastuti dinilai para siswa telah menambah luka.
Alih-alih transparan, sekolah dituding memilih jalan sunyi, mencoba menyelesaikan kasus ini di balik pintu tertutup yang rapat.
Puncaknya, kesabaran para siswa habis. Pada Senin (20/10/2025), ratusan dari mereka menggelar aksi massa, mengubah lapangan sekolah menjadi panggung protes.
Baca Juga: Kasus Penyekapan Polisi di Undip, Dua Mahasiswa Divonis Ringan dan Langsung Bebas
Teriakan "Keadilan! Keadilan!" bersahutan dengan bentangan spanduk yang menohok, salah satunya bertuliskan 'Roro Out'.
"Terkait klarifikasi Chiko itu seharusnya sudah ada surat yang diberikan untuk surat undangan kepada Chiko. Itu sudah jelas terteranya adalah di ruang terbuka secara umum, tapi kepala sekolah mengambil keputusan sepihak untuk menjadikan klarifikasi tersebut di dalam ruangan tertutup yang tidak ada penglihatannya," beber seorang siswa yang ikut dalam aksi, dikutip dari Jatengnews.id menyuarakan kekecewaan pada Senin (21/10/2025).
Para siswa merasa dikhianati. Pertemuan yang seharusnya menjadi ajang pertanggungjawaban pelaku di muka umum, diubah menjadi agenda rahasia yang hanya menguntungkan citra sekolah. Mereka menuntut proses yang adil dan terbuka, bukan sekadar basa-basi untuk meredam isu.
"Kami meminta mediasi di ruangan terbuka maupun ruangan tertutup dengan kepala sekolah dan kami sebagai saksi, kami tidak akan ricuh, kami tidak akan anarkis," tegas seorang orator di tengah kerumunan, menunjukkan bahwa tuntutan mereka adalah kejelasan, bukan kericuhan.
Gelombang protes akhirnya memaksa sekolah untuk membuka dialog dengan menunjuk 10 perwakilan siswa. Namun, ini baru permulaan.
Para siswa bersumpah akan terus berjuang hingga keadilan benar-benar ditegakkan bagi teman-teman mereka yang menjadi korban kebiadaban teknologi di lingkungan yang seharusnya paling aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan