- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi luncurkan program beasiswa S1-S2 untuk santri & pengasuh.
- Beasiswa mencakup kuliah dalam dan luar negeri di bidang strategis seperti kedokteran & saintek.
- Program ini adalah bagian dari inisiatif "Pesantren Obah" untuk memajukan 5.570 pesantren.
SuaraJawaTengah.id - Kabar gembira bagi ribuan santri di Jawa Tengah. Tepat pada malam peringatan Hari Santri Nasional 2025, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan "kado" istimewa berupa peluncuran program beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren untuk jenjang S1 hingga S2, baik di dalam maupun luar negeri.
Peluncuran program strategis ini dilakukan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di tengah gema selawat dalam acara "Jateng Bersholawat" di Alun-alun Kabupaten Kudus, Selasa (21/10/2025) malam.
"Malam ini, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Provinsi Jawa Tengah me-launching program prioritas, bahwa santri pesantren berikut pengasuhnya akan mendapatkan beasiswa dari provinsi," kata Ahmad Luthfi dengan lantang, menandai dimulainya era baru bagi pendidikan kaum santri di wilayahnya.
Peluang Emas: Dari Kedokteran hingga Kuliah di Jepang
Program ini bukan sekadar bantuan biasa. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tampaknya serius ingin mencetak santri profesional yang tidak hanya mumpuni dalam ilmu agama, tetapi juga unggul di bidang-bidang strategis yang krusial bagi masa depan bangsa.
Bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), beasiswa ini membuka peluang emas yang sangat luas. Berikut rinciannya:
- Beasiswa S1 Dalam Negeri: Meliputi biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) penuh dari semester 1 hingga 8 di berbagai universitas di Jawa Tengah. Jurusan yang menjadi prioritas adalah kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta studi keislaman.
- Beasiswa Vokasi dan S1 Luar Negeri: Kesempatan langka bagi santri untuk menempuh pendidikan sains dan teknologi di negara-negara maju seperti Turki, India, Jepang, Korea Selatan, dan China. Fasilitasnya pun lengkap, mencakup biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, hingga tiket pesawat pulang-pergi (PP).
- Beasiswa S2 Dalam Negeri: Tersedia untuk bidang keislaman, humaniora, dan saintek, memberikan kesempatan santri untuk melanjutkan ke jenjang pascasarjana.
Wujud Nyata Program Pesantren Obah
Langkah progresif ini merupakan realisasi dari program prioritas Pemprov Jateng periode 2025-2030 yang bertajuk "Pesantren Obah". Tujuannya jelas: mendukung 5.570 pesantren di Jawa Tengah agar lebih dinamis, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
"Beasiswa tidak hanya dilakukan kepada pendidikan formal di dalam negeri tetapi termasuk di luar negeri. Dengan program yang namanya Pesantren Obah, 5.570 pesantren di Jawa Tengah akan kita openi," tegas Luthfi.
Baca Juga: Tiket Kapal Selangit, Warga Karimunjawa 'Menjerit' Minta Status Kepulauan Demi Subsidi ala Batam
Melalui "Pesantren Obah", Luthfi berharap pesantren tidak lagi hanya dipandang sebagai pusat pendidikan akhlak dan spiritual. Lebih dari itu, pesantren didorong menjadi pusat inovasi, ilmu pengetahuan, dan pilar kemandirian ekonomi umat.
"Pesantren juga mempunyai daya sosial dalam menciptakan santri yang bisa bermasyarakat, apalagi menjadi garda terdepan dalam rangka pembangunan," tambahnya.
Peluncuran beasiswa di momen Hari Santri ini dinilai sangat tepat. Menurut Ahmad Luthfi, ini adalah bentuk penghargaan tertinggi atas kontribusi historis para santri.
"Resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan para santri telah membela tanah air dengan tetesan darah dan perjuangan. Tidak salah kalau hari ini kita memperingati hari santri dengan berselawat," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan