- Ajaran Sedulur Papat Lima Pancer mengajarkan keseimbangan antara diri, alam, dan Sang Pencipta.
- Empat sedulur gaib (kawah, ari-ari, getih, puser) melambangkan unsur kehidupan yang menjaga manusia.
- Keharmonisan dengan sedulur papat diyakini membuka rezeki, ketenangan batin, dan keselamatan hidup.
Puser adalah jalur energi kehidupan yang menghubungkan manusia dengan asalnya. Ia menjadi simbol keseimbangan dan kesatuan antara empat unsur lainnya. Puser juga sering dikaitkan dengan kemampuan seseorang untuk kembali ke jati diri sejati, yaitu pancer.
3. Peran Pancer: Diri Sebagai Pusat Energi
Pancer adalah diri kita sendiri sebagai pusat dari empat sedulur tadi. Dalam kejawen, pancer berperan sebagai pengendali. Ketika seseorang mampu menjaga keseimbangan antara dirinya dan keempat sedulur, maka hidupnya akan harmonis, selamat, dan penuh keberkahan.
Keseimbangan ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga mental dan emosional. Orang yang selaras dengan sedulur papat disebut akan lebih mudah mencapai ketenangan, mendapatkan ilham, dan terhindar dari kesialan.
4. Mengapa Sedulur Papat Dihormati
Bagi masyarakat Jawa, sedulur papat bukan sekadar simbol mistik. Mereka adalah representasi dari elemen kehidupan, yaitu air, tanah, udara, dan api yang menyatu dalam diri manusia.
Menghormati mereka berarti menghormati ciptaan Tuhan yang menjadi bagian dari kehidupan kita. Karena itu, dalam berbagai ritual seperti slametan atau doa sebelum bekerja, nama-nama sedulur papat sering disebut agar mereka ngerewangi atau ikut membantu.
5. Sedulur Papat sebagai Pembimbing Spiritual
Energi sedulur papat diyakini selalu hadir sejak manusia lahir hingga meninggal. Mereka bukan roh asing, melainkan bagian dari diri yang bisa memberi isyarat atau peringatan ketika seseorang sedang menghadapi bahaya atau kesulitan.
Banyak orang Jawa percaya, ketika hati tiba-tiba merasa gelisah tanpa sebab, bisa jadi sedulur papat sedang memberikan tanda. Itulah sebabnya, ajaran ini mendorong manusia untuk selalu mawas diri dan mendekat kepada Tuhan.
Baca Juga: Misteri Pompa Air 'Lelah' di Tengah Kepungan Banjir Semarang, Warganet: Mungkin Nilai Fisikanya 4
6. Mengaktifkan Energi Sedulur Papat
Untuk mendapatkan manfaat spiritual dan rezeki dari sedulur papat, seseorang perlu “menyapa” mereka dengan kesadaran dan niat baik. Dalam kejawen, ada mantra atau tembung khusus yang digunakan sebagai panggilan.
Salah satu yang populer adalah:
“Marmati Kakang Kawah, Adi Ari-Ari, Getih, Puser…”
Lalu dilanjutkan dengan menyebut nama diri sendiri dan maksudnya, misalnya:
“Ing sun arso nyambut gawe” (Aku hendak bekerja).
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Transformasi Berkelanjutan, BRI Catat Kinerja Gemilang dan Dukung Program Prioritas Nasional 2025
-
Revolusi Anti-Rob: Jateng Gunakan Pompa Tenaga Surya, Hemat Biaya Operasional hingga Jutaan Rupiah
-
Waspada! Malam Tahun Baru di Jateng Selatan Diwarnai Hujan dan Gelombang Tinggi
-
BRI Blora Gelar Khitan Massal, Meriahkan HUT ke-130 dengan Bakti Sosial
-
Mobilio vs Ertiga Bekas di Bawah Rp150 Juta: 7 Pertimbangan Penting Sebelum Membeli