- Jawa Tengah menjadi provinsi dengan ekspor ekraf terbesar kedua nasional, mencapai Rp53 triliun pada semester I-2025.
- Investasi sektor ekraf di Jawa Tengah menempati posisi ketiga nasional, dengan Rp11,45 triliun pada semester I-2025.
- Pemprov Jateng aktif mendukung ekraf melalui pengembangan SDM, program Kecamatan Berdaya, dan fasilitasi KUR Bank Jateng.
SuaraJawaTengah.id - Impian Gubernur Ahmad Luthfi untuk menyulap Jawa Tengah menjadi episentrum ekonomi kreatif (Ekraf) di Indonesia kini bukan lagi sekadar angan.
Data terbaru menunjukkan pertumbuhan sektor ini di provinsi tersebut melesat signifikan, menjadikannya kekuatan baru yang patut diperhitungkan dalam peta ekonomi nasional.
Dengan nilai ekspor dan investasi yang menembus puluhan triliun rupiah, Jawa Tengah kini berada di garis depan pengembangan ekraf, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masa depan.
Berdasarkan laporan Kementerian Ekonomi Kreatif, Jawa Tengah berhasil menduduki peringkat kedua secara nasional dalam hal ekspor ekraf.
Pada semester I-2025 saja, nilai ekspornya mencapai angka fantastis sekitar Rp53 triliun.
Angka ini bukan hanya menunjukkan potensi besar produk-produk kreatif dari Jawa Tengah untuk bersaing di pasar global, tetapi juga menandakan keberhasilan strategi pemerintah daerah dalam mendorong pelaku ekraf menembus pasar internasional.
Tak hanya di sektor ekspor, daya tarik investasi di Jawa Tengah juga tak kalah memukau. Data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menempatkan provinsi ini di posisi ketiga sebagai tujuan investasi sektor ekraf terbesar.
Dengan total investasi mencapai Rp11,45 triliun pada semester I-2025, Jawa Tengah membuktikan diri sebagai lahan subur bagi para investor yang ingin menanamkan modal di industri kreatif.
Ini adalah indikasi kuat bahwa ekosistem ekraf di Jawa Tengah semakin matang dan menjanjikan keuntungan yang menarik.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Ultimatum PU, Ancam Turunkan TNI jika Lamban: Kaligawe Kudu Asat!
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam sambutannya pada puncak perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat, 31 Oktober 2025 malam, memberikan apresiasi tinggi terhadap progres yang dicapai Jawa Tengah.
"Harapannya ekraf dari Jawa Tengah juga akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi di daerahnya," ujar Riefky.
Ia juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah menetapkan Jawa Tengah sebagai salah satu dari 15 provinsi pengembangan ekraf prioritas, sebuah pengakuan atas potensi luar biasa yang dimiliki provinsi ini.
Dominasi subsektor fesyen, kriya, dan kuliner masih menjadi tulang punggung ekspor produk ekraf dari Jawa Tengah dan Indonesia.
Namun, Riefky berharap ke depan subsektor seperti game, musik, film, dan film animasi juga akan mengalami pertumbuhan pesat. Dukungan terhadap pengembangan ekraf di Jawa Tengah semakin diperkuat dengan adanya 12 kabupaten/kota kreatif, jumlah tertinggi di Indonesia.
"Sektor ini tidak hanya membuka lapangan pekerjaan tetapi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Riefky, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mengatasi tantangan permodalan melalui skema hexahelix.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Lampu Kuning Pajak Kudus: Target Rp335 Miliar, Tiga Bulan Pertama Masih 'Ngos-ngosan'
-
Pajak Kendaraan Tanpa KTP di Jateng Apakah Bisa? Begini Caranya
-
Duka Pernikahan di Demak, 7 Fakta Ibu Mempelai Wafat 2 Jam Menjelang Akad