- BRI Slawi telah menyalurkan lebih dari Rp21 miliar dana PIP untuk puluhan ribu siswa SD dan SMP.
- Jaringan unit kerja BRI yang luas di setiap kecamatan mempermudah akses siswa untuk aktivasi dan penyaluran.
- Siswa penerima PIP mendapatkan Buku Tabungan SIMPEL gratis dengan kartu debit untuk transaksi 24 jam.
SuaraJawaTengah.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Slawi ikut serta melayani penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang signifikan untuk siswa di wilayahnya.
Hingga tahun 2025, BRI Slawi telah berhasil menyalurkan miliaran rupiah kepada ribuan pelajar, menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan di Indonesia.
Pimpinan Cabang BRI Slawi, Arlin Suryani menjelaskan rincian penyaluran PIP, "Di tahun 2025 ini BO Slawi sudah menyalurkan PIP untuk SD 36.380 siswa total nominal 15.183.900.000 dan SMP 10.767 Siswa dengan total nominal 6.502.875.000."
Angka ini menunjukkan jangkauan luas program dan besarnya bantuan yang diberikan kepada para pelajar.
Total dana yang disalurkan mencapai lebih dari Rp21 miliar, sebuah kontribusi besar untuk keberlangsungan pendidikan dasar dan menengah.
Kemudahan akses menjadi fokus utama BRI dalam penyaluran PIP. Arlin Suryani menambahkan, "Dimana aktivasi dan penyaluran tersebut bisa dilakukan oleh siswa ke BRI terdekat yg berada sampai dimana ybs sekolah atau tinggal."
Hal ini sangat memudahkan siswa dan orang tua, terutama mereka yang berada di daerah terpencil, untuk mengakses dana bantuan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Keunggulan jaringan BRI yang tersebar luas di seluruh pelosok nusantara menjadi kunci keberhasilan penyaluran ini.
"BRI mempunyai Banyak Unit Kerja yang tersebar diseluruh pelosok nusantara, dan hampir setiap kecamatan disitu pasti ada BRI, sehingga ini menjadi kelebihan BRI dalam percepatan penyaluran PIP ke semua Sekolah," ujar Arlin.
Baca Juga: BRI Blora Ajak Anak TK Pahami Uang, Tanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini
Jaringan unit kerja yang masif ini memungkinkan BRI untuk menjangkau setiap sekolah dan siswa yang berhak menerima PIP, memastikan dana tersebut sampai tepat waktu dan tepat sasaran.
Selain kemudahan akses, BRI juga memberikan fasilitas perbankan yang mendukung para siswa.
"Adapun fasilitas yg diberikan berupa Buku Tabungan SIMPEL (Simpanan Pelajar) dengan biaya administrasi Gratis dan tentunya dilengkapi dengan fasilitas kartu Debit, sehingga bisa melakukan transaksi seperti cek saldo penarikan dan penyetoran di mesin ATM/CRM kapan saja 24 jam," jelas Arlin.
Fasilitas ini tidak hanya mempermudah siswa dalam mengelola dana PIP mereka, tetapi juga memperkenalkan literasi keuangan sejak dini dengan produk tabungan yang ramah pelajar dan bebas biaya administrasi.
Keberadaan kartu debit juga memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk bertransaksi kapan saja, sesuai kebutuhan mereka.
Dengan upaya ini, BRI Slawi tidak hanya berperan sebagai penyalur dana, tetapi juga sebagai fasilitator pendidikan yang mendukung pemerataan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
HUT ke-70 Danamon, Nikmati Promo Hemat hingga 70% di Merchant Pilihan Semarang
-
ORI030 Resmi Ditawarkan, BRI Buka Akses Investasi Mulai Rp1 Juta
-
Ironi Hari Pertama Sekolah, SD Negeri di Semarang Hanya Ada Tiga Murid Baru
-
Usai OTT KPK, Ahmad Luthfi Gerak Cepat Tunjuk Eko Sapto Purnomo Jadi Plt Bupati Sukoharjo
-
Drama Brankas di Kota Jamu: Ketika 'Setoran' Berakhir dengan Rompi Oranye