- Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni mengingatkan jajaran fokus pada tugas organisasi karena suhu politik internal memanas.
- Mandat kepemimpinan Ketua Umum dan Rais 'Aam sah dari Muktamar dan tidak bisa dicabut forum selain Muktamar.
- Penyelesaian konflik internal harus melalui islah, karena memelihara perbedaan berpotensi mendatangkan kerugian bagi NU.
SuaraJawaTengah.id - Suhu politik di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kian memanas menjelang akhir masa kepengurusan.
Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, mengeluarkan peringatan keras bagi pihak-pihak yang terus memperkeruh suasana dan meminta agar semua jajaran fokus pada penyelesaian tugas organisasi.
Amin Said menegaskan bahwa seruan ini merupakan arahan langsung dari Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Tujuannya jelas, agar energi kolektif organisasi tidak terkuras habis hanya untuk meladeni polemik dan pusaran tuduhan yang justru kontraproduktif.
Menurutnya, manuver politik yang mencoba menggoyang kepemimpinan PBNU saat ini adalah tindakan sia-sia. Ia menjelaskan bahwa baik Ketua Umum maupun Rais ‘Aam adalah pemegang mandat tertinggi yang sah dari Muktamar.
Oleh karena itu, tidak ada satu forum pun yang bisa mencabut mandat tersebut di tengah jalan, kecuali melalui mekanisme yang telah diatur secara ketat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
"Rapat atau permusyawaratan apa pun selain Muktamar tidak bisa memberhentikan Rais ‘Aam maupun Ketua Umum," tegas Amin Said dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Ia secara spesifik menyoroti bahwa wewenang untuk menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) pun tidak bisa dilakukan secara sepihak.
Rais ‘Aam, misalnya, tidak memiliki kuasa untuk menyelenggarakan MLB tanpa persetujuan dan kebersamaan dengan Ketua Umum PBNU.
Proses untuk menggelar MLB sendiri, lanjut Amin, memiliki syarat dan ketentuan yang sangat ketat, sehingga tidak bisa dijadikan alat untuk melengserkan kepemimpinan dengan mudah.
“Jadi tidak mudah. Ada mekanisme yang harus diikuti, dan semuanya jelas diatur dalam AD/ART,” kata Amin.
Dengan masa khidmat kepengurusan PBNU yang akan berakhir pada Januari 2027, atau tersisa sekitar satu tahun lagi, Amin menilai langkah paling bijak adalah memfokuskan seluruh energi untuk menuntaskan program kerja yang ada.
Selain itu, persiapan menuju Muktamar berikutnya seharusnya menjadi prioritas utama.
Ia menandaskan bahwa memelihara konflik hanya akan mendatangkan kerugian atau mudarat bagi NU sebagai jam'iyah dan jamaah. Jalan satu-satunya yang harus ditempuh adalah islah atau rekonsiliasi.
“Untuk itu, jalan satu-satunya adalah islah sebagaimana nasihat ulama. Percuma memelihara perbedaan dan konflik. Malah hanya mendatangkan mudarat,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Perkuat Pasar SBN, BRI Sabet Tiga Penghargaan Dealer Utama 2025
-
Kalahkan Persipura Jayapura, Kendal Tornado FC Youth Dapatkan Start Mulus
-
Waspada! Jawa Tengah Masih Diguyur Hujan Sepanjang April 2026, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai!
-
Lagi Tren Blok GM Semarang: Replika Blok M yang Bikin Anak Skena Betah Nongkrong
-
Legendaris Sejak 1965, Ini 5 Fakta Soto Kuali Mbah Sumarsono yang Tak Pernah Sepi