- Anggota Exco PSSI, Khairul Anwar, tertangkap foto bersama mantan terpidana kasus mafia bola, Johar Lin Eng.
- Pertemuan kontroversial ini memicu kritik tajam publik karena dianggap mengkhianati semangat reformasi tata kelola sepak bola.
- Publik menantikan sikap tegas Ketua Umum PSSI terhadap isu yang melibatkan anggota federasi tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Jagat media sosial sepak bola Indonesia kembali memanas setelah beredarnya foto yang memperlihatkan Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Khairul Anwar, duduk bersama mantan terpidana kasus mafia bola, Johar Lin Eng.
Pertemuan ini sontak menjadi sorotan tajam publik karena dinilai mencederai semangat reformasi tata kelola sepak bola yang sedang digalakkan.
Foto kontroversial tersebut pertama kali diunggah oleh beberapa akun komunitas sepak bola di Instagram, salah satunya oleh akun @garudarevolution.football dan @lingkar.sepakbola.
Dalam unggahannya, pertemuan itu disebut-sebut sebagai bagian dari "safari politik" Khairul Anwar yang diduga akan maju dalam pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah.
Situasi ini menjadi ironis lantaran terjadi di tengah berbagai kritik yang masih dialamatkan kepada PSSI, mulai dari performa Tim Nasional hingga isu-isu tata kelola federasi.
Alih-alih merespons kritik dengan langkah strategis yang menenangkan, kemunculan foto ini justru dianggap sebagai sebuah langkah blunder yang tidak sensitif terhadap perasaan suporter.
Kritik Keras dari Komunitas Sepak Bola
Gelombang kritik paling kencang datang dari platform media sosial. Sejumlah akun berpengaruh yang fokus pada isu sepak bola nasional menyuarakan kekecewaan mereka secara terbuka, mempertanyakan komitmen PSSI dalam memberantas praktik lancung di masa lalu.
Akun Instagram @lingkar.sepakbola menyoroti pertemuan tersebut sebagai tindakan yang mengkhianati harapan publik akan perubahan. Menurutnya, agenda politik yang melibatkan figur masa lalu yang kelam sulit untuk dipercaya sebagai sebuah kebetulan.
Baca Juga: 4 Link DANA Kaget: Raih Saldo Gratis Rp149 Ribu, Jadi Penyemangat Harimu!
“Ketika masyarakat berharap perubahan, yang terjadi malah agenda politik bareng eks Mafia Bola. Rasanya susah percaya kebetulan.”
Kritik senada juga dilontarkan oleh akun @garudarevolution.football, yang menyoroti waktu pertemuan yang sangat tidak tepat di tengah sorotan publik terhadap federasi. Akun ini juga menyinggung potensi rangkap jabatan yang bisa terjadi.
“Udah tau PSSI lagi disorot, masih bisa-bisanya safari politik sama figur yang pernah merusak integritas sepak bola. Minimal bikin langkah yang bikin suporter seneng dulu lah,” tulis akun tersebut, seraya menambahkan pertanyaan tajam.
“Exco mau nyalon jadi Ketua Asprov Jateng juga? Multi role atau gimana ini?”
Publik kini menanti sikap tegas dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang sejak awal masa jabatannya berjanji akan membersihkan sepak bola Indonesia dari praktik mafia.
Diamnya federasi atas isu yang melibatkan salah satu Exco-nya ini dianggap sebagai ujian nyata atas keseriusan janji reformasi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Banjir Rob Mengintai Pesisir Jateng, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
-
Nobar Berbuah Manis, Ribuan Warga Jateng Nikmati Gelar Juara Timnas Sambil Pesta Kuliner Gratis
-
Hybrid Sea Wall Rp10 Miliar Dikerjakan di Sayung, Giant Sea Wall Pantura Segera Menyusul
-
Polres Pekalongan Kota Amankan 45 Motor Berknalpot Brong, Diduga untuk Balap Liar
-
Tujuh SPPG di Kudus Diberhentikan Sementara, Data Penerima Manfaat Jadi Masalah