Budi Arista Romadhoni
Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:33 WIB
Tangkapan layar video cctv yang memperlihatkan detik-detik mobil xenia mengisi bbm di SPBU Semarang. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Sebuah Daihatsu Xenia terbakar di Kota Semarang pada Senin, 17 Agustus 2026 malam, setelah mengisi BBM.
  • Pertamina mencatat pengemudi merokok sejauh 100 meter dari SPBU serta menemukan empat galon di dalam mobil.
  • Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut melalui pemeriksaan forensik yang hingga kini belum selesai.

SuaraJawaTengah.id - Jaraknya hanya sekitar 100 meter dari SPBU. Baru saja selesai mengisi bahan bakar, sebuah Daihatsu Xenia tiba-tiba terbakar di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/8/2026) malam.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.15 WIB, tidak lama setelah mobil tersebut mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Semarang.

Pertamina menyebut ada satu perilaku pengemudi yang menjadi perhatian dalam insiden tersebut: merokok setelah kendaraan meninggalkan SPBU.

Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan mengatakan, mobil terbakar sekitar 100 meter dari lokasi pengisian.

"Mobil Xenia mengisi di SPBU Kampung Kali Semarang. Kemudian sekitar 100 meter dari SPBU, pengemudi tersebut kedapatan merokok sehingga terbakar mobil tersebut," kata Taufiq, Selasa (18/8/2026) malam. 

Namun, Pertamina belum menyatakan bahwa rokok tersebut sebagai penyebab pasti kebakaran.

Penyebab insiden masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian, termasuk pemeriksaan forensik.

"Sampai saat ini kami belum mendapatkan keterangan resmi dari kepolisian karena keterangan resmi dari kepolisian itu biasanya setelah selesai forensik," ujarnya.

Ada Empat Galon di Dalam Mobil

Baca Juga: Harga Pertamax Melonjak Drastis, Tembus Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini!

Di balik kebakaran tersebut, petugas juga menemukan empat galon di dalam Xenia yang digunakan untuk membawa BBM.

Temuan itu membuat aspek keselamatan dalam pengangkutan BBM turut menjadi perhatian.

Meski demikian, Pertamina belum dapat memastikan apakah keberadaan galon tersebut berkaitan dengan sistem pengisian BBM kendaraan maupun penyebab kebakaran.

Taufiq mengatakan, pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan adanya modifikasi tangki atau bentuk penyalahgunaan BBM.

Sebab, dalam sejumlah kasus, memang pernah ditemukan kendaraan yang dimodifikasi sehingga saluran pengisian bahan bakar terhubung dengan wadah lain di dalam kendaraan.

"Namun, untuk kendaraan yang terbakar ini kami belum bisa menyimpulkan bahwa hal tersebut terjadi," katanya.

Load More