Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 29 November 2025 | 16:48 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. [Dok Humas]
Baca 10 detik
  • Investor Malaysia dan Fujian Tiongkok berencana menanamkan investasi total Rp62,3 triliun di Jawa Tengah.
  • Investasi tersebut meliputi sektor konstruksi, otomotif, energi terbarukan, serta kerja sama pendidikan dan vokasi.
  • Kerja sama ini juga mencakup rencana penerbangan langsung Fujian–Semarang yang terkendala panjang landasan pacu bandara.

SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, para investor dari Malaysia dan Fujian China bakal menanamkan investasinya di Jawa Tengah dengan nilai total sebanyak Rp62,3 triliun.

“Totalnya ada Rp62,3 triliun. Dari Malaysia sekitar Rp6,9 triliun, dan dari Fujian, China mencapai Rp55,4 triliun,” beber Luthfi saat menghadiri acara pengukuhan Prof. Dr. Ir. Adies Kadir sebagai Profesor Kehormatan, dalam rapat senat terbuka Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu 29 November 2025.

Bahkan, para para investor tersebut sudah melakukan penandatanganan letter Of Intent (LoI) atas niatan untuk penanaman investasi tersebut.

Luthfi menjelaskan, Provinsi Fujian China dengan Jawa Tengah sudah menjalin hubungan kerja selama 20 tahun menjadi “sister province”. Rencananya, Fujian komitmen investasi besar yang mencakup berbagai sektor.

Sektor tersebut mulai dari pembangunan jalan, pendirian pabrik beton dan material konstruksi, industri komponen mobil, hingga infrastruktur perumahan.

Perusahaan barang pecah belah serta industri energi terbarukan seperti solar panel juga akan masuk di dalamnya.

“Mereka tertarik ke Jawa Tengah karena tenaga kerja kita kompetitif, daerah kita padat modal dan padat karya, serta iklim investasinya nyaman. Perizinan investasi juga kita permudah,” kata dia.

Selain investasi, Pemprov Jateng dan Provinsi Fujian juga akan bekerja sama untuk bidang pendidikan. Bahkan, sudah ada kesepakatan beasiswa dan magang SMK bidang Teknologi Informasi antara Jateng dan perusahaan Ruijie Network, China.

Kerja sama yang dimotori Dinas Pendidikan Provinsi Jateng ini untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para siswa di Jateng, terutama di sektor vokasi.

Baca Juga: Program Speling Ahmad Luthfi: Inovasi Kesehatan Desa yang Siap Jadi Percontohan Nasional!

“Kita siapkan sekolah vokasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil. Apa yang dibutuhkan industri, itu yang kita latih,” tegasnya.

Ditambahkan Luthfi, Pemerintah Provinsi Fujian juga berkomitmen membuka penerbangan langsung Fujian–Semarang. Namun realisasi rute masih terkendala panjang landasan pacu bandara. Hal ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat dan Angkasa Pura agar runway Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang bisa segera diperpanjang.

Sementara itu, untuk jalur laut, Pelabuhan Tanjung Emas saat ini sudah memiliki rute langsung ke Fujian dengan frekuensi dua minggu sekali. Meski demikian, revitalisasi pelabuhan tetap dibutuhkan agar layanan semakin optimal.

Pemprov Jateng, sudah bersurat ke Kementerian Perhubungan terkait kebutuhan revitalisasi tersebut.

Dari sisi perdagangan, Gubernur juga menyebut adanya kerja sama antara Asian Trade, Tourism and Economic Council (ATTEC) bersama para pengusaha Asia untuk mendorong peningkatan investasi di Jawa Tengah. Upaya ini dimotori Kadin dan Hipmi.

Ia optimistis seluruh kerja sama ini akan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai magnet investasi baru.

Load More