- Kekhawatiran publik Banyumas muncul akibat citra Google Maps memperlihatkan titik hutan gundul di lereng Gunung Slamet.
- Warga mengaitkan kerusakan hutan ini dengan potensi bencana banjir besar seperti melanda Sumatera baru-baru ini.
- Pemprov Jawa Tengah menegaskan Gunung Slamet bukan lokasi tambang karena sedang diproses menjadi taman nasional.
Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., menegaskan bahwa kawasan Gunung Slamet tidak boleh dijadikan lokasi aktivitas penambangan dalam bentuk apa pun. Ia menegaskan bahwa kawasan ini tengah dalam proses penetapan sebagai taman nasional, sehingga semua bentuk aktivitas eksploitasi harus dihentikan.
“Gunung Slamet itu sudah (diproses) menjadi kawasan taman nasional. Maka tidak boleh ada penambangan,” ujarnya sebagaimana dirilis Humas Jateng.
Pernyataan gubernur adalah langkah positif namun perlu langkah nyata berupa audit lapangan, pengawasan langsung, hingga publikasi data terbaru kondisi hutan Gunung Slamet.
Pengamat lingkungan lokal juga meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan BKSDA dan aparat penegak hukum untuk memastikan tidak ada aktivitas pembukaan lahan atau kegiatan lain yang berpotensi memperparah deforestasi.
Kerusakan hutan di Gunung Slamet bukan sekadar isu visual dari Google Maps, melainkan peringatan penting bagi Banyumas dan sekitarnya.
Publik khawatir daerah mereka bisa mengalami bencana besar seperti Sumatra jika kerusakan hutan dibiarkan.
Pernyataan tegas gubernur adalah langkah awal, namun tindakan konkret di lapangan menjadi kunci agar Gunung Slamet tetap menjadi benteng ekologis yang aman bagi generasi mendatang.
Kontributor : Dinar Oktarini
Baca Juga: Gunung Slamet Bergejolak: Radius Bahaya Diperluas Jadi 3 Kilometer
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka