- Program Makan Bergizi (MBG) di Lumajang ciptakan dampak ekonomi signifikan bagi warga, khususnya ibu rumah tangga.
- Kepala daerah diberi kewenangan penuh menjadi 'konduktor' utama dalam pengawasan kualitas dan tata kelola MBG.
- Program ini diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi nasional hingga 7-8 persen melalui efek berlipat (multiplier effect).
SuaraJawaTengah.id - Program Makan Bergizi (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak nyatanya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Tak hanya soal pemenuhan gizi anak sekolah dan ibu hamil, program ini sukses menjadi denyut nadi baru bagi perekonomian warga di lereng Gunung Semeru, terutama bagi para ibu rumah tangga.
Kisah haru ini terungkap dari pengakuan Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan bagaimana program MBG membuka pintu rezeki bagi warganya yang sebelumnya kesulitan mencari pekerjaan. Ibu-ibu yang biasanya hanya berdiam di rumah, kini memiliki penghasilan tambahan yang signifikan.
“Wah, enak saiki bunda… Wuu, aku saiki wis entuk kerjoan, ngupas bawang saja 100 ribu, Begitu, Bu… Betapa bahagianya… Saya itu, gimana, ya… Saya kasihan, tapi juga senang. Karena itu, jangan khianati program ini. Saya minta tolong, jangan khianati. Ini program yang bagus… Ini program yang mulia… Belum lagi tukang jual tempe, tukang jual tahu, yang biasanya laku, yaa berapa, sekarang sudah banyak…,” kata Bupati Indah dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG, di Lumajang, Sabtu (13/12/2025).
Efek domino ekonomi ini sejalan dengan cetak biru program MBG yang dirancang Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tidak hanya memberi makan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dari level paling bawah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kisah dari Lumajang adalah bukti konkret dari multiplier effect yang luar biasa dari program ini.
Menurutnya, banyak pihak yang hanya melihat program ini sebagai proyek bagi-bagi kue, tanpa memahami dampak ekonomi riil yang tercipta.
“Mereka melihat ini hanya pembagian kue, tapi tidak melihat multiplier effect yang diciptakan. Mereka akan melihat nanti enam bulan lagi mungkin, setelah semua, berapa pertumbuhan yang akan terjadi di Indonesia dari dampak dari makan bergizi gratis,” ujar Nanik.
Pemerintah optimistis, jika program ini berjalan lancar di seluruh Indonesia, target pertumbuhan ekonomi 7 hingga 8 persen bukan lagi angan-angan.
Baca Juga: Buntut Kasus Keracunan, Pemprov Jateng Buka Hotline Aduan Menu Makan Bergizi Gratis
Nanik bahkan menceritakan diskusi dengan Yayasan Rockefeller yang memproyeksikan multiplier effect program semacam ini bisa mencapai 75 persen, sebuah angka yang akan memicu pertumbuhan ekonomi dahsyat.
Bupati Kini Jadi 'Konduktor' Pengawas Kualitas Makanan
Untuk memastikan program ini berjalan mulus dan berkualitas, pemerintah pusat memberikan kewenangan penuh kepada kepala daerah.
Bupati dan Walikota kini tak lagi hanya menjadi penonton, melainkan 'konduktor' dan 'arranger' utama pelaksanaan MBG di wilayahnya.
“Sekarang BGN tidak lagi jalan sendiri. Di daerah, yang menjadi conductornya, yang menjadi arangernya adalah Ibu Bupati di Lumajang ini. Jadi Ibu bisa menghentikan dapur, dengan memberitahu ke kanan kiri, merekomendasikan ini harus diberhentikan," tegas Nanik Sudaryati Deyang.
Kewenangan baru ini disambut baik oleh Bupati Indah Amperawati, yang sebelumnya sempat merasa tidak dilibatkan penuh. Ia bahkan proaktif membuka kanal aduan via WhatsApp bagi warga. Hasilnya, laporan langsung ditindaklanjuti, seperti saat ditemukan ulat dalam makanan siswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim
-
Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School
-
Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi