-
PT Trans Marga Jateng (TMJ) memastikan Tol Semarang-Solo siap hadapi lonjakan libur Nataru dengan semua infrastruktur ditingkatkan, laik operasi, dan drainase baik.
-
TMJ menyiagakan petugas dan peralatan 24 jam demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, termasuk pengaturan tempat istirahat.
-
Kunci kesiapan Nataru adalah koordinasi erat TMJ dengan kepolisian serta instansi terkait lain untuk antisipasi lonjakan arus kendaraan.
SuaraJawaTengah.id - Bagi Kawan Muda yang sudah menyusun liburan akhir tahun alias Nataru (Natal dan Tahun Baru) untuk road trip keliling Jawa Tengah, ada kabar melegakan.
Jalur panoramic yang menjadi favorit pelintas karena pemandangannya yang estetik, yakni Jalan Tol Semarang-Solo, dipastikan dalam kondisi prima dan siap menyambut serbuan wisatawan.
PT Trans Marga Jateng (TMJ), selaku pengelola ruas tol sepanjang 72,6 kilometer ini, menegaskan bahwa tidak akan ada lagi perbaikan jalan yang mengganggu perjalanan selama masa liburan.
Semua infrastruktur, mulai dari kondisi aspal hingga jembatan, telah disiapkan secara matang untuk menghadapi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan signifikan.
Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, Prajudi, menyampaikan komitmennya dalam menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat yang ingin berlibur atau pulang kampung.
Ia menjamin bahwa seluruh pekerjaan peningkatan jalan yang biasanya menjadi biang kemacetan, kini sudah rampung dan siap dilintasi.
"Drainase dan seluruh perlengkapan jalan dalam kondisi laik operasi," tegas Prajudi dilansir dari Antara.
Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi pengendara. Kesiapan drainase sangat krusial mengingat bulan Desember identik dengan curah hujan tinggi.
Sistem drainase yang baik akan mencegah genangan air yang sering menjadi penyebab kecelakaan di jalan bebas hambatan.
Baca Juga: 5 Pilihan Rental Mobil di Semarang untuk Liburan Sekolah Akhir Tahun 2025
Selain kondisi fisik jalan, aspek keamanan dan kenyamanan juga menjadi prioritas. TMJ menyiagakan petugas layanan jalan tol dan peralatan pendukung selama 24 jam penuh.
Jadi, jika kalian mengalami kendala darurat di tengah malam, tim rescue dan patroli siap meluncur memberikan bantuan.
Salah satu titik yang sering menjadi sumber kemacetan saat musim liburan adalah Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau Rest Area.
Untuk mengantisipasi penumpukan, Prajudi menjelaskan bahwa pengaturan kendaraan masuk dan keluar rest area akan diperketat. Tujuannya agar sirkulasi tetap lancar dan pengendara yang benar-benar butuh istirahat bisa mendapatkan tempat.
Penting untuk dicatat, Tol Semarang-Solo bukan sekadar jalur lintasan biasa. Ruas ini memiliki empat pintu keluar strategis, yakni Exit Ungaran, Bawen, Salatiga, dan Boyolali, yang masing-masing menuju destinasi wisata populer.
Lebih dari itu, ruas tol ini memegang peran vital sebagai penghubung utama ke jalur selatan. Selain menghubungkan wilayah timur Jawa, Tol Semarang-Solo kini menjadi akses kunci menuju ruas Tol Solo-Jogja.
Berita Terkait
-
5 Pilihan Rental Mobil di Semarang untuk Liburan Sekolah Akhir Tahun 2025
-
Libur Nataru Dijamin Irit! Pertamina Tebar Cashback BBM 20 Persen, Diskon Gas hingga Hotel
-
Genjot Ekonomi Baru, Ahmad Luthfi Minta Kabupaten dan Kota Perbanyak Forum Investasi
-
Terbanyak di Indonesia, Gubernur Ahmad Luthfi Serahkan SK Kepada 13 Ribu Orang PPPK Paruh Waktu
-
7 Keutamaan Membaca Surat Yasin yang Menggetarkan Hati, Lengkap dengan Terjemahannya
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
5 Mobil Bekas Rp70 Jutaan yang Jauh Lebih Baik dari LCGC, Cocok untuk Mobil Pertama!
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Cuaca Semarang Hari Ini: Waspada Hujan Ringan hingga Sedang, BMKG Jelaskan Fenomena Cold Pool
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 147-148 Kurikulum Merdeka
-
7 Mobil HRV Bekas Harga di Bawah Rp100 Jutaan, Masih Layak Dipinang?