- Akun @lambe\_turah memviralkan aksi warga Kudus berunjuk rasa membawa rentengan celana dalam di Pendopo.
- Protes warga tersebut dipicu oleh adanya dugaan penampilan tarian erotis dalam rangkaian acara KONI Award 2025.
- Viralitas isu ini memperuncing perdebatan publik mengenai etika, kesopanan, dan norma lokal dalam acara formal.
SuaraJawaTengah.id - Jagad maya kembali dihebohkan oleh postingan akun gosip fenomenal, @lambe_turah. Kali ini, sorotan tajam diarahkan pada aksi unjuk rasa di Kudus yang melibatkan rentengan celana dalam sebagai simbol protes.
Akun dengan jutaan pengikut ini mengunggah tangkapan layar berita berjudul "Warga Kudus Geruduk Pendopo Bawa CD, Protes Tarian Erotis di Acara KONI" lengkap dengan foto-foto aksi yang kontroversial.
Postingan ini sontak memicu beragam reaksi dari netizen, memperuncing perdebatan mengenai etika dan kesopanan dalam acara publik.
1. Jembreng... Jembreng.....: Narasi Khas Lambe Turah
Dengan gaya khasnya yang provokatif namun informatif, @lambe_turah membuka postingan dengan narasi singkat "Jembreng... Jembreng.....".
Kata "jembreng" yang berarti membentangkan atau memamerkan, secara langsung merujuk pada aksi massa yang membentangkan rentengan celana dalam. Narasi ini berhasil menarik perhatian netizen dan memancing rasa penasaran untuk mengetahui lebih lanjut mengenai konteks di balik aksi unik tersebut.
2. Sorotan pada "Tarian Erotis" di Acara KONI
Judul berita yang diunggah oleh @lambe_turah, "Warga Kudus Geruduk Pendopo Bawa CD, Protes Tarian Erotis di Acara KONI", secara gamblang menyoroti inti permasalahan.
Frasa "tarian erotis" menjadi pusat kontroversi, mengindikasikan bahwa penampilan dancersport dalam ajang KONI Award 2025 dinilai melampaui batas kepatutan dan norma yang berlaku di masyarakat Kudus.
Baca Juga: Duel PSIS vs Persiku Siap Digelar dengan Penonton di Jatidiri! Begini Persiapannya
Ini sejalan dengan poin-poin protes yang disampaikan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kudus Bermartabat.
3. Reaksi Netizen: Antara Pembelaan dan Kecaman
Kolom komentar postingan @lambe_turah langsung dibanjiri reaksi netizen. Salah satu komentar dari akun @louisa_enjel mencoba memberikan klarifikasi: "Woylah.. ini dance sport gak sih,, dan untuk kostum juga sudah ditutup pakai kemeja, kalau lagi tanding gak gitu nya."
Komentar ini menunjukkan adanya upaya untuk membela *dancersport* sebagai cabang olahraga yang memiliki aturan kostum tersendiri, namun juga mengakui bahwa penampilan di acara tersebut mungkin tidak sesuai standar "tanding" yang biasa.
Di sisi lain, komentar dari @lokapamartaa justru bernada sarkasme: "Pede banget lagi mbaknya salah tempat."
Komentar ini mencerminkan sentimen negatif terhadap penampilan dancersport yang dianggap tidak pantas di Pendapa Kabupaten Kudus, sebuah ruang yang dianggap sakral dan simbol marwah daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin