- Video warga menggaruk aspal baru di Purbalingga viral, memicu masyarakat mempertanyakan kualitas pengaspalan jalan tersebut.
- Sekretaris Desa menyatakan pengaspalan selesai Selasa (6/1/2026) dan aspal belum mengeras karena baru satu jam selesai.
- Aspal mudah terkelupas di bagian pinggir karena belum tertekan roller dan butuh tiga sampai empat hari mengeras.
SuaraJawaTengah.id - Sebuah video yang menunjukkan seorang warga di Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, menggaruk aspal yang baru saja diaspal, viral di media sosial.
Video tersebut memicu kontroversi di masyarakat karena aspal yang terlihat mudah terkelupas hanya dengan sentuhan tangan. Sebagaimana dikutip dari Instagram @infopurbalingga.id dan sumber lainnya berikut fakta selengkapnya untuk Anda.
1. Video Viral di Media Sosial
Sebuah video yang menunjukkan kondisi jalan desa yang baru saja diaspal di Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang warga yang menggaruk aspal menggunakan tangan dan menyebabkan permukaannya terkelupas. Video ini memicu perhatian dan perdebatan di kalangan masyarakat.
2. Penjelasan Sekretaris Desa
Menanggapi video tersebut, Sekretaris Desa Karangturi, Jumeri, memberikan klarifikasi bahwa pengaspalan jalan tersebut baru saja selesai dikerjakan pada hari Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Video yang beredar di media sosial ternyata direkam hanya sekitar satu jam setelah pekerjaan selesai. Menurutnya, aspal yang baru digelar belum mencapai tahap pengerasan yang sempurna.
3. Proses Pengeringan Aspal
Jumeri menjelaskan bahwa aspal hotmix memerlukan waktu untuk mengeras dan menyatu dengan baik setelah digelar. Proses pematangan aspal, menurutnya, membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari agar aspal benar-benar melekat kuat pada material batu di bawahnya. "Jadi, aspal yang baru digelar tidak bisa langsung keras sempurna," katanya.
4. Bagian Pinggir Jalan yang Rentan
Baca Juga: Profil Band Sukatani, Duo Punk Asal Purbalingga yang Viral Usai Minta Maaf ke Kapolri
Bagian yang direkam dalam video adalah bagian pinggir jalan yang memang tidak tertekan oleh alat berat seperti roller. Jumeri menambahkan bahwa bagian pinggir jalan memang lebih rentan jika digaruk sebelum aspal benar-benar mengeras. "Bagian pinggir jalan tidak kena wales (roller), jadi secara teknis memang lebih mudah terkelupas jika dipaksa," ujarnya.
5. Klarifikasi dari Warga yang Merekam Video
Pihak desa juga sudah melakukan klarifikasi dengan warga yang merekam video tersebut. Ternyata, warga tersebut tidak bermaksud untuk mengkritik kualitas pengaspalan, melainkan hanya mempertanyakan mengapa jalan tidak ditutup saat pengaspalan berlangsung. "Warga tersebut mengaku tidak paham soal teknis pengaspalan. Dia hanya ingin mengetahui mengapa jalan tidak ditutup," jelas Jumeri.
6. Video Viral Membawa Persepsi Negatif
Meskipun niat awal warga tersebut bukan untuk menyebarkan kritik, video itu akhirnya tersebar luas di media sosial. Video yang awalnya dikirim kepada teman-temannya ini berujung pada penyebaran yang cepat, yang kemudian memicu persepsi negatif di masyarakat tentang kualitas pekerjaan pengaspalan.
7. Proyek Pengaspalan dengan Dana Provinsi
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama