- Materi Pendidikan Pancasila kelas 9 SMP halaman 140 membahas observasi tradisi, kearifan lokal, dan budaya melalui dongeng.
- Mendongeng efektif menanamkan nilai moral seperti kejujuran dan syukur, serta melestarikan budaya bertutur Indonesia.
- Awam Prakoso menekankan bahwa dongeng membangun keakraban antara anak dan pendongeng, mendukung keterbukaan di masa depan.
SuaraJawaTengah.id - Pada halaman 140 buku Pendidikan Pancasila kelas 9 SMP/MTS, siswa mempelajari cara mengobservasi tradisi, kearifan lokal, dan budaya di lingkungan sekitar.
Sebelum mengerjakan latihan soal, siswa dianjurkan membaca materi pada halaman 129 hingga 137 agar memahami konteks dan sudut pandang yang dibutuhkan dalam menjawab pertanyaan dengan tepat.
Melalui pembahasan ini, siswa diajak untuk mengenal lebih dalam pentingnya menghargai budaya lokal dan melestarikan kearifan yang diwariskan turun-temurun.
Salah satu media yang digunakan dalam materi ini adalah dongeng, yang berfungsi sebagai sarana pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya bertutur.
Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 9 SMP Halaman 140 membantu siswa memahami isi bacaan dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.
Dengan memahami penjelasan dan contoh yang diberikan, siswa diharapkan mampu menangkap nilai-nilai kebaikan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
C. Simak Artikel Berikut!
Melestarikan Dongeng, Merawat Peradaban
Dongeng merupakan salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak. Salah satu nilai yang bisa diterapkan melalui dongeng adalah kejujuran.
Baca Juga: Rumus Lingkaran: Keliling, Luas, Jari-Jari, Diameter, dan Contoh Soal
Dengan mendongeng, kita dapat mengajarkan anak-anak tentang nilai baik tanpa menggurui mereka. Anak-anak juga lebih mudah menerima nasihat dalam bentuk cerita yang interaktif, dan dapat bertanya langsung kepada pendongeng.
Selain itu, dengan mendongeng, kita bisa menanamkan nilai kejujuran sejak dini, agar anak tidak terbiasa berbohong. Pesan-pesan moral yang disampaikan melalui dongeng juga dapat mencegah generasi koruptor di masa depan.
Hal ini disampaikan oleh Awam Prakoso, pendiri komunitas Kampung Dongeng Indonesia, yang menekankan pentingnya mendongeng untuk mempertahankan budaya bertutur.
Dongeng juga membangun hubungan keakraban antara orang tua atau pendongeng dengan anak. Ketika anak-anak beranjak remaja, mereka menjadi lebih terbuka untuk berbagi cerita tentang pengalaman yang mereka alami.
Pesan Moral dalam Dongeng
Sebagai contoh, dongeng tentang monyet yang merasa serakah. Monyet tersebut membawa karung yang ternyata berlubang. Ia tidak dapat menikmati pisangnya karena serakah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat