Budi Arista Romadhoni
Kamis, 29 Januari 2026 | 07:49 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas antara truk dengan KA Gajayana. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Pada 27 Januari 2026, truk tertabrak Kereta Api Gajayana di perlintasan JPL 582 Kebumen karena palang pintu tidak sepenuhnya menutup.
  • Kecelakaan tersebut mengakibatkan sopir truk meninggal dan menyebabkan kemacetan signifikan di ruas Jalan Nasional 3.
  • Penyelidikan polisi berfokus pada fungsi palang pintu yang tidak sempurna ditambah faktor cuaca hujan deras saat kejadian.

SuaraJawaTengah.id - Pada Selasa malam, 27 Januari 2026, kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api JPL 582 di wilayah Mekarsari, Kabupaten Kebumen.

Sebuah truk tronton yang melintas tertabrak oleh kereta api Gajayana yang sedang melaju menuju Malang-Gambir.

Kecelakaan ini menyebabkan kerusakan parah pada truk, serta mengakibatkan kemacetan panjang di ruas Jalan Nasional 3. Berikut ini sejumlah fakta dari kecelakaan tersebut. 

1. Kronologi Kecelakaan Truk Tertabrak Kereta Api Gajayana

Menurut saksi yang berada di lokasi kejadian, palang pintu di perlintasan kereta api tersebut tidak sepenuhnya menutup pada saat truk melintas.

Meskipun posisi truk sudah berada di atas rel, palang pintu masih berada pada posisi setengah tertutup, yang memungkinkan kendaraan untuk melaju dan terjebak di atas rel.

Hal ini menyebabkan kecelakaan ketika kereta api Gajayana yang melaju dari Gambir menuju Malang tidak bisa menghindari tabrakan.

Salah seorang saksi mengatakan bahwa benturan antara kereta api dan truk sangat keras, sehingga menimbulkan kerusakan parah pada kendaraan dan memblokir jalur kereta api untuk sementara waktu.

2. Dampak Kecelakaan terhadap Lalu Lintas dan Transportasi

Baca Juga: Buntut Kecelakaan KA Harina, Sopir dan Pemilik Truk Digugat!

Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Nasional 3, karena rekayasa lalu lintas yang diterapkan untuk memberikan ruang bagi proses evakuasi truk yang rusak.

Lalu lintas dari Purworejo menuju Kebumen dan Purwokerto terhambat, sementara beberapa kereta yang melintas juga mengurangi kecepatannya untuk memastikan keselamatan di jalur utama.

Pihak kepolisian dan petugas perlintasan segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup jalur, dan mengerahkan mobil deret untuk memindahkan truk yang terjebak di atas rel.

Kendaraan yang melintas terpaksa diarahkan melalui jalur alternatif, yang menyebabkan penundaan dalam perjalanan dan perjalanan yang lebih panjang bagi para pengendara. Proses evakuasi truk membutuhkan waktu cukup lama karena truk yang rusak parah dan terjebak di atas rel.

Namun, jalur kereta api akhirnya berhasil dibuka kembali setelah beberapa jam dan kereta api yang terhambat bisa melanjutkan perjalanan setelah situasi terkendali.

3. Korban dan Proses Evakuasi

Kecelakaan tersebut mengakibatkan sopir truk tronton meninggal dunia, sementara kernet truk mengalami luka-luka serius dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan.

Beberapa petugas yang terlibat dalam insiden tersebut juga mengalami luka-luka, termasuk petugas palang pintu yang terluka akibat kejadian tersebut.

Proses evakuasi truk yang menutup jalur kereta api mengharuskan petugas untuk menggunakan mobil deret dalam memindahkan truk dan membuka kembali jalur kereta api.

Menurut pihak kepolisian, kerusakan yang terjadi pada truk cukup parah sehingga proses evakuasi berlangsung lama. Namun, jalur kereta api akhirnya berhasil dibuka kembali setelah beberapa jam dan kereta api yang terhambat bisa melanjutkan perjalanan setelah situasi terkendali.

4. Faktor Cuaca dan Keadaan Jalan yang Memperburuk Kecelakaan

Selain faktor teknis terkait palang pintu yang tidak menutup sepenuhnya, faktor cuaca juga diduga berperan dalam memperburuk situasi tersebut.

Cuaca hujan deras pada saat kejadian menyebabkan pengemudi truk tidak bisa melihat dengan jelas kondisi perlintasan kereta api. Keadaan jalan yang licin juga memperburuk kontrol kendaraan, sehingga truk tidak dapat berhenti dengan cepat atau menghindar dari rel.

Salah seorang saksi yang berada di lokasi menyebutkan bahwa pengemudi truk terlihat kesulitan dalam mengendalikan kendaraannya karena hujan deras yang menyebabkan pandangan terbatas.

Sebuah kejadian yang sangat disayangkan mengingat pengemudi truk harus lebih berhati-hati, terutama saat melintas di perlintasan kereta api yang aktif.

5. Penyelidikan dan Tindakan Kepolisian

Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan ini. Meskipun palang pintu yang tidak sepenuhnya menutup menjadi dugaan utama, kepolisian masih menginvestigasi apakah ada faktor lain, seperti kelalaian manusia atau kerusakan teknis pada sistem perlintasan, yang menjadi penyebab utama kecelakaan.

Para penyelidik juga akan meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi dan mengevaluasi rekaman CCTV yang mungkin ada di sekitar area perlintasan.

"Proses penyelidikan masih berlangsung, dan kami sedang berusaha untuk mendapatkan semua bukti terkait kejadian ini," kata salah satu petugas kepolisian yang menangani kasus tersebut.

Polisi juga mengimbau kepada pengemudi kendaraan untuk lebih waspada dan selalu memperhatikan kondisi sekitar, terutama ketika melintas di perlintasan kereta api.

6. Palang Pintu Belum Menutup Sempurna: Faktor Kunci Penyebab Kecelakaan

Faktor utama yang diduga menyebabkan kecelakaan ini adalah kondisi palang pintu perlintasan kereta api yang tidak menutup sepenuhnya.

Saksi-saksi di lokasi kejadian menyebutkan bahwa palang pintu hanya menutup sebagian saat truk melintas, sehingga memungkinkan kendaraan untuk melewati rel dan akhirnya tertabrak oleh kereta api. Ketidaksempurnaan pada sistem palang pintu ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan.

Jika sistem palang pintu berfungsi dengan baik dan menutup sepenuhnya, seharusnya kecelakaan ini bisa dihindari. Pihak berwenang diharapkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem perlintasan kereta api dan melakukan perbaikan yang diperlukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.

Peningkatan pengawasan dan pemeliharaan rutin pada palang pintu di perlintasan kereta api sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan bagi semua pengguna jalan.

Kecelakaan ini menunjukkan betapa pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api. Palang pintu yang tidak menutup sepenuhnya pada saat kejadian menunjukkan adanya celah dalam sistem pengamanan yang perlu segera diperbaiki.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan bahwa setiap perlintasan kereta api dilengkapi dengan sistem keamanan yang berfungsi dengan baik.

Selain itu, penerapan sistem keamanan yang lebih canggih dan peningkatan kewaspadaan pengemudi di perlintasan kereta api juga sangat diperlukan untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

Kolaborasi antara petugas perlintasan, kepolisian, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua pengguna jalan dan jalur kereta api.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More