- Lembar Aktivitas 4 IPS Kelas 8 membahas peran tokoh perlawanan seperti Pattimura dan Sisingamangaraja XII.
- Aktivitas tersebut bertujuan menumbuhkan nasionalisme dan literasi sejarah melalui peran tokoh daerah.
- Kegagalan perjuangan lokal disebabkan oleh minimnya persatuan dan keterbatasan strategi menghadapi kolonial.
Pangeran Antasari dikenal sebagai tokoh yang piawai dalam mengatur strategi perang. Perlawanan yang dipimpinnya menunjukkan bahwa kecerdikan dan keteguhan hati sangat dibutuhkan dalam menghadapi penjajah.
4. Perang Jagaraga di Bali
Nama Tokoh: I Gusti Ketut Jelantik
Peran dalam Peristiwa: Pemimpin perang di Benteng Jagaraga
Nilai Keteladanan: Keberanian dan kepemimpinan
I Gusti Ketut Jelantik memimpin perlawanan rakyat Bali dalam Perang Jagaraga. Ia dikenal berani menghadapi kekuatan kolonial meskipun persenjataan yang dimiliki sangat terbatas.
5. Perlawanan Pattimura di Maluku
Nama Tokoh: Christina Martha Tiahahu
Peran dalam Peristiwa: Pemimpin perang gerilya
Nilai Keteladanan: Cinta tanah air dan keberanian
Christina Martha Tiahahu merupakan salah satu tokoh perempuan pejuang yang berani. Ia turut terlibat langsung dalam perjuangan melawan Belanda dan menjadi simbol semangat nasionalisme sejak usia muda.
Mengapa Banyak Perlawanan Mengalami Kegagalan?
Setelah mempelajari berbagai perlawanan di daerah-daerah Indonesia, siswa diminta menganalisis penyebab kegagalan perjuangan tersebut. Beberapa faktor utama yang menyebabkan banyak perlawanan belum berhasil antara lain:
Baca Juga: Rumus Balok: Panduan Lengkap dan Contoh Soal Agar Lebih Mudah Dipahami
- Perjuangan masih bersifat lokal atau kedaerahan
- Kurangnya persatuan dan kesatuan antar daerah
- Rasa nasionalisme yang belum tumbuh secara merata
- Keterbatasan senjata karena masih menggunakan alat tradisional
- Mudah diadu domba oleh pihak kolonial
- Perencanaan yang belum matang dan minimnya pendidikan
Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa perjuangan fisik saja tidak cukup tanpa persatuan dan strategi yang kuat.
Melalui Lembar Aktivitas 4, siswa tidak hanya mengenal tokoh-tokoh perlawanan bangsa Indonesia, tetapi juga belajar memahami nilai keteladanan seperti keberanian, pengorbanan, kecintaan terhadap tanah air, dan pentingnya persatuan. Aktivitas ini menjadi sarana pembelajaran yang bermakna untuk membangun kesadaran sejarah dan jati diri bangsa.
Artikel ini disusun sebagai bahan pendamping belajar bagi orang tua dan wali murid. Siswa tetap dianjurkan mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu sebelum mencocokkan dengan pembahasan, agar tujuan pembelajaran IPS Kurikulum Merdeka dapat tercapai secara maksimal.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
5 Fakta Menarik Cheveyo Balentien: Pemain Jawa-Kalimantan yang Cetak Gol untuk AC Milan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
Terkini
-
Polytron Hadirkan Solusi untuk Pengguna Mobil Listrik: Showroom dan Layanan Darurat di Semarang
-
Bikin Penasaran! Alasan Kiai Maruf Amin Tanam Durian Musang King di Salatiga
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 161 Kurikulum Merdeka:Peran Tokoh Perlawanan Bangsa Indonesia
-
Kuatkan Ekonomi Antarprovinsi, Transaksi Gelaran Misi Dagang Jateng dan Jatim Capai Triliunan Rupiah
-
Dari Desa untuk Indonesia: BRI Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Desa BRILiaN