- BRI konsisten mengedukasi pelaku UMKM mengenai QRIS, terbukti 3100 UMKM di Cepu telah mengadopsi sistem pembayaran digital tersebut.
- Penggunaan QRIS oleh UMKM meminimalkan risiko transaksi tunai, seperti uang palsu, serta mencatat semua pembayaran secara otomatis dan transparan.
- QRIS membantu UMKM memperluas jangkauan pasar karena dapat menerima berbagai metode pembayaran digital hanya dengan satu kode.
SuaraJawaTengah.id - Di tengah masifnya arus digitalisasi, pemahaman dan adopsi teknologi pembayaran menjadi kunci utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan dan berkembang.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara konsisten mendorong literasi keuangan digital, salah satunya melalui edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terbukti membawa banyak manfaat bagi para pelaku usaha.
Pentingnya edukasi ini ditegaskan oleh Manager Dana BRI Cepu, Agung Chrisnugroho. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai fungsi dan keuntungan QRIS adalah fondasi bagi UMKM untuk naik kelas.
"Edukasi QRIS atau pembayaran digital jadi sangat penting belakangan ini," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis pada Jumat (30/1/2026).
Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Di wilayah Cepu sendiri, inisiatif edukasi yang dilakukan BRI telah menunjukkan hasil positif.
"Total ada 3100 yang sudah menggunakan QRIS," tambah Agung.
Angka ini menjadi cerminan nyata bahwa penetrasi pembayaran digital semakin diterima, bahkan hingga ke kota-kota yang lebih kecil, dan membuka jalan bagi efisiensi bisnis yang lebih besar.
Adaptasi QRIS secara langsung menjawab berbagai tantangan yang kerap dihadapi UMKM. Selama ini, banyak pelaku usaha, terutama di skala mikro dan kecil, masih bergantung pada transaksi tunai yang memiliki banyak risiko, mulai dari potensi uang palsu, kesalahan penghitungan, hingga keamanan.
Dengan QRIS, semua transaksi tercatat secara otomatis dan transparan, meminimalisir risiko penipuan dan memudahkan pengelolaan arus kas.
Baca Juga: Inovasi Layanan BRI: Mudahkan Transaksi di Tintin Rayner Patisserie Semarang
Mendorong Efisiensi dan Jangkauan Pasar
Bagi generasi muda yang kini mendominasi lanskap wirausaha di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, kecepatan dan kepraktisan adalah segalanya.
QRIS menawarkan solusi pembayaran yang efisien, di mana pelanggan hanya perlu memindai kode menggunakan smartphone mereka untuk menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik. Ini tidak hanya memangkas waktu antrean tetapi juga meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.
Lebih dari sekadar alat pembayaran, QRIS berfungsi sebagai gerbang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasarnya.
Dengan menyediakan satu kode QR yang dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi e-wallet dan mobile banking, pelaku usaha dapat menjangkau basis konsumen yang lebih luas tanpa harus menyediakan banyak perangkat atau akun.[5] Hal ini sejalan dengan tren belanja masyarakat urban usia 18-45 tahun yang semakin mengandalkan transaksi non-tunai dalam kehidupan sehari-hari.
Secara nasional, Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa pengguna QRIS didominasi oleh UMKM, yang jumlahnya mencapai hampir 95% dari total merchant yang ada.[6] Data ini mengukuhkan peran vital QRIS dalam mendukung tulang punggung ekonomi Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
Terkini
-
BRI Cepu Genjot Edukasi QRIS, Kunci UMKM Naik Kelas di Era Digital dan Raih Pasar Lebih Luas
-
Gubernur Luthfi Desak Pemulihan Cepat Pascabencana Pemalang: Pastikan Korban Terlayani
-
BRI Semarang Pattimura Salurkan Bantuan Peralatan untuk Kelompok Difabel, Dorong Kemandirian Ekonomi
-
5 Mobil Bekas Rp80 Jutaan Paling Minim Drama: Pilihan Cerdas untuk Mobilitas Harian!
-
Kombes Pol Petrus Parningotan Jabat Kapolresta Banyumas, Ini Pesan Kapolda Jateng