- Seorang pensiunan ASN berinisial PJ menendang kucing hingga mati di kawasan Stadion Kridosono, Blora, Jawa Tengah.
- Kucing tersebut sempat bertahan hidup selama satu minggu setelah ditendang sebelum akhirnya ditemukan mati oleh pemiliknya.
- Pelaku kini terancam hukuman pidana penjara maksimal 1,6 tahun dan denda Rp50 juta berdasarkan KUHP baru.
5. Terancam Dijerat Pasal Penganiayaan Hewan dalam KUHP Baru
Kasus ini tidak berhenti pada kecaman publik semata. Secara hukum, PJ terancam dijerat dengan pasal pidana dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, khususnya terkait penganiayaan terhadap hewan.
AKP Zaenul Arifin menjelaskan bahwa pelaku dapat dikenakan Pasal 337 KUHP baru. Pada ayat (1), disebutkan bahwa setiap orang yang menyakiti atau melukai hewan tanpa tujuan yang patut dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun.
6. Ancaman Hukuman Lebih Berat karena Hewan Mati
Ancaman pidana menjadi lebih berat karena perbuatan tersebut berujung pada kematian hewan. Sesuai Pasal 337 ayat (2) KUHP baru, jika penganiayaan menyebabkan hewan sakit lebih dari satu minggu atau mati, maka pelaku dapat dipidana penjara paling lama 1,6 tahun.
Selain pidana penjara, pelaku juga terancam denda kategori III, dengan nilai maksimal mencapai Rp50 juta. Penegakan pasal ini menjadi sinyal bahwa negara semakin serius melindungi kesejahteraan hewan.
7. Kasus Jadi Atensi Serius Polres Blora
Pihak Polres Blora menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Penanganan perkara dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan kekerasan terhadap hewan, baik hewan peliharaan maupun hewan liar.
AKP Zaenul Arifin menyatakan bahwa proses penyelidikan akan dipercepat sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Polisi juga berharap kasus ini menjadi pembelajaran bersama bahwa tindakan kekerasan terhadap hewan memiliki konsekuensi hukum yang nyata.
Baca Juga: BRI Blora Ajak Anak TK Pahami Uang, Tanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini
Kasus PJ menjadi contoh nyata bahwa kekerasan terhadap hewan bukan lagi dianggap sepele. Dengan berlakunya KUHP baru, pelaku penganiayaan hewan dapat dijerat pidana yang cukup berat.
Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu kesejahteraan hewan, aparat penegak hukum diharapkan konsisten menegakkan aturan. Sementara masyarakat diimbau untuk lebih berempati dan bertanggung jawab dalam memperlakukan makhluk hidup di sekitarnya.
Kasus ini sekaligus menegaskan bahwa ruang publik harus menjadi tempat yang aman, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi hewan.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Melawan Petugas Saat Razia Petasan, 4 Pemuda di Kudus Diamankan Polisi
-
Jateng Diserbu 1,3 Juta Kendaraan Pemudik, Ahmad Luthfi: Sentralnya Mudik Ya di Sini!
-
Benteng Pendem Cilacap: Saksi Bisu Dua Penjajah dan Destinasi Wisata Sejarah Saat Lebaran
-
Bosan Mudik Begitu Saja? Intip 5 Destinasi Wonosobo yang Siap Manjakan Mata Usai Lebaran
-
BRI Dorong Tradisi THR Lebaran Digital, 2 Fitur BRImo Jadi Andalan Nasabah