- Mochamad Faik, anggota Satpol PP Kebumen 33 tahun, gugur saat evakuasi ODGJ di Desa Krakal, Alian.
- Faik meninggal dunia pada Senin, 2 Februari 2026, setelah diserang senjata tajam oleh ODGJ yang emosi.
- Ia berpulang ketika rencana lamaran pasca-Lebaran dan pernikahan sekitar Juni atau Juli tahun itu batal.
SuaraJawaTengah.id - Kebumen berduka. Sebuah kisah cinta yang baru akan bersemi, harus kandas di tengah jalan. Mochamad Faik, seorang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen berusia 33 tahun, kini hanya tinggal nama.
Pria yang dikenal "sumeh" atau ramah ini, gugur saat menjalankan tugas mulia, meninggalkan impian pernikahan yang sudah di depan mata.
Kepergiannya yang tragis pada Senin (2/2/2026) bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja, tetapi juga sebuah kisah humanis tentang pengabdian dan cinta yang tak sampai.
Faik, anak pertama dari enam bersaudara pasangan Ahmad Mubarok dan Sri Lestari, adalah sosok yang pendiam namun loyal. Di mata ayahnya, Faik sangat dekat dengan sang ibu, selalu memberikan kabar setiap kali bertugas.
"Lagi tugas kadang-kadang yaa selalu komunikasi sama emak (ibu)," kenang Ahmad Mubarok dengan suara bergetar.
Kedekatan ini menunjukkan betapa Faik adalah pribadi yang hangat dan penuh perhatian kepada keluarganya.
Lebih dari sekadar tugas, Faik juga tengah merajut asa untuk membangun rumah tangga. Rencana lamaran sudah disusun rapi, dijadwalkan setelah Lebaran tahun ini, dengan pernikahan direncanakan sekitar bulan Juni atau Juli.
"Sudah rencana. Habis Lebaran lamaran, sekitar Juni atau Juli menikah," tutur Ahmad Mubarok.
Seluruh keluarga sudah bermusyawarah dan menyetujui rencana bahagia ini. Faik dan kekasihnya, yang namanya tak disebutkan, tentu sudah membayangkan masa depan bersama, sebuah rumah tangga yang harmonis.
Baca Juga: Kebumen Jadi Titik Konsentrasi Hujan Lebat di Awal Januari 2025
Namun, takdir berkata lain. Pagi itu, 13 Februari, bukan pesta lamaran yang digelar, melainkan doa dan tahlil di Masjid Raudlatul Muttaqin, Kampung Keposan, Kelurahan Kebumen, mengiringi kepergian Faik.
Ia gugur saat bertugas mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Krakal, Kecamatan Alian. Sebuah tugas mulia yang berubah menjadi tragedi. Faik terkena sabetan senjata tajam pada bagian leher ketika emosi ODGJ tak terkontrol, merenggut nyawanya dalam sekejap.
"Tidak ada firasat apa-apa. Tahu-tahu dikabari dibawa ke rumah sakit. Keluarga sini kaget banget," ucap Mubarok, menggambarkan keterkejutan yang mendalam.
Juniadi Prasetyo, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah (Perda dan Perkada) Satpol PP Kebumen, menyebut Faik sebagai personel yang disiplin dan berintegritas tinggi.
Dedikasinya terhadap pekerjaan tak perlu diragukan. Ia menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, bahkan hingga akhir hayatnya. Kepergian Faik menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama karena impiannya untuk menikah kini hanya tinggal kenangan.
Tetes air mata mengiringi kepergian Faik. Orang tua dan kerabat terpukul menyaksikan Faik pergi untuk selama-lamanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP
-
Gubernur Luthfi Minta Mahasiswa Jangan Cuma Demo: Kritik Harus Berbasis Data!
-
Mau Bawa Pulang Besi Curian, Malah Pulang Bareng Polisi, Dua Pria di Karanganyar Dibekuk
-
Posyandu Matahari Hadir di Sleman, BRI Peduli Dorong Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak