- Pemilik kucing di Blora menolak tawaran damai terduga pelaku PJ (60) dan memilih menuntut proses hukum.
- Terduga pelaku sempat menawarkan pengganti kucing mati, namun keluarga pemilik tetap mendesak kepastian hukum.
- Polres Blora telah menerima laporan dan memeriksa lima saksi terkait dugaan penganiayaan hewan tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seekor kucing hingga tewas di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memasuki babak baru.
Firda Latifah Anwar, pemilik kucing malang tersebut, dengan tegas menolak tawaran damai dari terduga pelaku dan bersikeras menuntut pertanggungjawaban hukum.
Penolakan ini menggarisbawahi desakan kuat dari masyarakat dan komunitas pecinta hewan untuk penegakan hukum yang tegas terhadap kekerasan pada hewan.
"Saya menolak dan tidak mau diganti kucing baru. Parsel buah juga belum kami buka dan rencananya akan kami berikan kepada orang yang lebih membutuhkan," kata Firda Latifah Anwar, setelah terduga pelaku mengunjunginya di rumah, Jumat (6/2/2026).
Pernyataan Firda ini memperjelas sikapnya yang tidak akan berkompromi, menegaskan bahwa nilai nyawa hewan tidak dapat digantikan dengan materi atau permintaan maaf semata.
Keluarga Firda tetap menginginkan agar pelaku diproses secara hukum atas perbuatannya.
Terduga pelaku, yang diidentifikasi berinisial PJ (60), warga Kelurahan Karangjati, Blora, bersama istri, Lurah Karangjati, serta Bhabinkamtibmas setempat, telah mendatangi rumah Firda pada Selasa (3/2) malam.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyampaikan permintaan maaf dan melakukan mediasi.
Dalam pertemuan itu, terduga pelaku bahkan sempat menawarkan penggantian kucing yang mati dengan kucing baru berjenis Anggora.
Baca Juga: BRI Blora Berbagi Kebahagiaan di HUT ke-130: Santunan untuk Anak-anak SLB Negeri Japon
Namun, tawaran tersebut secara tegas ditolak oleh pihak keluarga Firda, menunjukkan komitmen mereka terhadap keadilan bagi kucing kesayangannya.
Kasus ini mencuat setelah komunitas pecinta kucing Cat Lovers In The World (CLOW) turut melaporkan dugaan tindak kekerasan ini ke pihak kepolisian.
Hening, perwakilan CLOW Solo, menegaskan pentingnya laporan ini agar kasus kekerasan terhadap hewan dapat diusut secara tuntas dan profesional.
"Kasus ini harus direspons dan dilaporkan agar pintu penyidikan terbuka dan ada kepastian hukum," ujarnya.
Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penendangan kucing di kawasan Lapangan Kridosono.
"Laporan sudah kami terima. Penyelidikan masih berjalan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi," kata AKP Zaenul Arifin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup