Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 21 Februari 2026 | 04:31 WIB
Ilustrasi tenggelam - (Unsplash/@cristianpalmer)
Baca 10 detik
  • Dua remaja, Ady Aryaguna dan Levi Hengki, tenggelam saat mandi di Sungai Tunjungharjo, Grobogan, pada Rabu (18/2/2026).
  • Basarnas dan tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua korban meninggal dunia setelah terseret derasnya arus sungai.
  • Korban pertama ditemukan pada Kamis malam dan korban kedua ditemukan Jumat dini hari, kemudian operasi SAR resmi ditutup.

SuaraJawaTengah.id - Operasi pencarian dua remaja yang hilang tenggelam di Sungai Tunjungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah akhirnya menemukan titik terang.

Namun, hasilnya menyisakan duka mendalam. Tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus sungai yang deras.

Peristiwa memilukan ini menjadi pengingat keras bahwa sungai yang tampak tenang bisa berubah berbahaya dalam hitungan menit, terutama saat debit air meningkat. 

1. Berawal dari Aktivitas Mandi di Sungai

Insiden tragis ini terjadi pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Dua remaja, Ady Aryaguna (15) dan Levi Hengki Kurniawan (15), diketahui bermain sekaligus mandi di Sungai Tunjungharjo.

Keduanya merupakan warga Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Aktivitas mandi di sungai memang sudah menjadi kebiasaan sebagian warga, terutama kalangan anak dan remaja.

Namun nahas, saat itu kondisi arus sungai ternyata sedang deras. Diduga kuat, kedua remaja tidak menyadari perubahan arus hingga akhirnya terseret dan hilang.

2. Warga Panik, Laporan Darurat Segera Masuk

Kejadian tenggelamnya dua remaja tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan, namun hasilnya nihil.

Baca Juga: BRI Peduli Salurkan Bantuan CSR untuk Gapura Tanjung Water Park, Dukung Ekonomi Lokal Grobogan

Warga kemudian melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwenang. Laporan cepat ini menjadi kunci sehingga operasi pencarian bisa segera dilakukan secara terkoordinasi.

3. Basarnas dan Tim SAR Gabungan Turun Tangan

Merespons laporan tersebut, Basarnas Pos SAR Jepara bersama tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi.

Penyisiran difokuskan di aliran sungai wilayah Dukuh Ngambleg, Desa Tunjungharjo. Tim bekerja dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran permukaan air, pemantauan bantaran sungai, hingga pengamatan titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut. Kondisi arus yang cukup kuat menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

4. Korban Pertama Ditemukan Setelah Pencarian Intensif

Upaya tanpa henti akhirnya membuahkan hasil. Pada Kamis (19/2/2026) pukul 21.15 WIB, korban pertama, Ady Aryaguna, berhasil ditemukan.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menyampaikan bahwa jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengambang.

Lokasinya cukup jauh dari titik awal kejadian, yakni sekitar 3,5 kilometer. Jarak ini menunjukkan betapa kuatnya arus sungai saat peristiwa terjadi.

5. Korban Kedua Ditemukan Selang Beberapa Jam

Pencarian tidak berhenti setelah korban pertama ditemukan. Tim SAR gabungan terus menyisir aliran sungai untuk menemukan korban kedua.

Hasilnya, Levi Hengki Kurniawan ditemukan pada Jumat dini hari (20/2/2026). Lokasinya tidak jauh dari penemuan korban pertama.

“Korban Ady Aryaguna ditemukan dalam keadaan meninggal sejauh 3,5 km dari lokasi awal kejadian. Sedangkan korban Levi ditemukan 3,6 km dari TKP korban pertama,” ujar Budiono.

Jarak kedua korban hanya terpaut sekitar 100 meter.

6. Kedua Remaja Dipastikan Meninggal Dunia

Saat dievakuasi, kedua korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR kemudian mengevakuasi jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

Suasana haru dan duka menyelimuti keluarga serta warga Desa Tunjungharjo. Banyak warga yang ikut menyaksikan proses evakuasi dengan perasaan terpukul.

Peristiwa ini menjadi kehilangan besar bagi lingkungan setempat.

7. Operasi SAR Resmi Ditutup

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dihentikan.

Budiono menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing.

“Operasi SAR kami tutup, tim yang terlibat kembali ke satuan masing-masing,” katanya.

Penutupan operasi menandai berakhirnya misi pencarian yang berlangsung sejak laporan pertama diterima.

8. Arus Sungai Deras Jadi Faktor Fatal

Dugaan sementara, derasnya arus sungai menjadi penyebab utama tragedi ini. Saat musim hujan, debit air sungai memang meningkat signifikan dan sering kali terlihat lebih tenang dari kondisi sebenarnya.

Fenomena ini kerap mengecoh, terutama bagi anak-anak dan remaja yang terbiasa mandi di sungai.

Peristiwa di Tunjungharjo kembali menegaskan bahwa perairan terbuka memiliki risiko tinggi jika tidak diwaspadai dengan baik.

Tragedi tenggelamnya Ady Aryaguna dan Levi Hengki Kurniawan menjadi duka mendalam bagi warga Grobogan. Meski operasi pencarian berakhir dengan ditemukannya kedua korban, peristiwa ini meninggalkan pelajaran penting tentang bahaya arus sungai yang kerap diremehkan.

Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati, terutama dalam mengawasi anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More