- Banjir akibat hujan deras di Grobogan sejak Minggu malam (15/2/2026) melumpuhkan transportasi kereta api jalur utara Jawa.
- Dua jembatan krusial (Jembatan 46 dan 59) terendam, memaksa PT KAI memutar operasi tiga KA jarak jauh mulai 04.35 WIB.
- Gangguan operasional ini berdampak signifikan pada jadwal ribuan penumpang, membuat PT KAI mengubah pola operasi melalui jalur Gundih.
SuaraJawaTengah.id - Hujan deras yang tak henti mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin dini hari telah memicu bencana banjir yang melumpuhkan berbagai sektor, termasuk transportasi vital.
Perjalanan sejumlah kereta api (KA) di jalur utara Jawa Tengah terpaksa terganggu secara signifikan setelah dua jembatan krusial terendam banjir.
Kejadian ini terjadi di antara Stasiun Gubug, Tegowanu, dan Brumbung, yang berada di Kabupaten Grobogan. Dampak langsungnya adalah terputusnya akses dan terganggunya jadwal ribuan penumpang yang mengandalkan moda transportasi kereta api.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa kondisi darurat ini memaksa PT KAI untuk mengambil langkah cepat dengan memutar pola operasi sejumlah KA.
"Pola operasi sejumlah KA terpaksa diputar melalui jalur Brumbung - Gundih - Gambringan," ujarnya dalam keterangan pers.
Keputusan ini diambil demi memastikan keselamatan seluruh perjalanan kereta api dan penumpang. Jalur utama yang terdampak telah ditutup sementara sejak pukul 04.35 WIB, karena genangan air yang tinggi sudah menutupi rel, membuatnya tidak aman untuk dilalui.
"Untuk memastikan keselamatan perjalanan, jalur tersebut ditutup sementara," tegas Luqman.
Dua jembatan yang menjadi titik krusial terendam banjir adalah Jembatan 46, yang terletak di petak jalan antara Stasiun Tegowanu - Stasiun Brumbung, dan Jembatan 59, yang berada di petak antara Stasiun Gubug - Stasiun Tegowanu.
Kedua jembatan ini merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan rute-rute penting di jalur utara Jawa.
Baca Juga: Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
Gangguan ini berdampak langsung pada tiga kereta api utama yang melayani rute jarak jauh. Ketiga KA yang perjalanannya harus diputar adalah KA Gumarang dengan relasi Jakarta - Surabaya, KA Jayabaya yang melayani rute Jakarta - Malang, dan KA Harina dengan relasi Bandung - Surabaya.
Perubahan rute ini tentu saja menyebabkan keterlambatan dan ketidaknyamanan bagi para penumpang yang sudah memiliki jadwal perjalanan. PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat gangguan perjalanan tersebut.
Petugas PT KAI di lapangan terus memantau perkembangan kondisi jalur rel yang tergenang. Informasi terkini mengenai situasi dan estimasi waktu pemulihan akan terus disampaikan kepada publik dan penumpang.
Banjir di Grobogan ini bukan hanya sekadar genangan air, melainkan sebuah peristiwa yang memiliki dampak luas, mengganggu mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak
-
Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan
-
Gus Yasin Bongkar Peran Penting Anak Muda Jateng Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Dari Loper Koran hingga Doktor, Cerita Arief Tuntaskan Disertasi Sambil Jaga Ibu di Rumah Sakit
-
Timnas ke Final, Pemprov Jateng Pastikan Nobar Berlanjut hingga Laga Puncak