Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:12 WIB
Ilustrasi Spot berburu takjil di Kota Semarang. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Semarang menyajikan tradisi ngabuburit Ramadan dengan tujuh lokasi takjil populer menawarkan aneka makanan dan minuman berbuka.
  • Area populer mencakup Alun-Alun Masjid Agung, Pleburan, Pasar Sendang Mulyo, Jalan Sukun Raya, dan Simpang Lima.
  • Pasar dadakan Masjid Agung Kauman serta Kota Lama menawarkan takjil khas Semarang bersama pengalaman sosial budaya unik.

SuaraJawaTengah.id - Semarang, sebagai salah satu kota besar di Jawa Tengah, dikenal tidak hanya sebagai pusat pemerintahan dan industri, tetapi juga sebagai kota yang menyuguhkan pengalaman berburu takjil yang kaya dan beragam selama bulan Ramadan.

Tradisi ngabuburit di Semarang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat, di mana warga datang untuk membeli aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa, sekaligus berkumpul bersama keluarga dan teman.

Berikut tujuh lokasi paling populer yang wajib dikunjungi ketika mencari takjil di Semarang.

1. Area Kuliner Ramadan di AlunAlun Masjid Agung Semarang

Salah satu lokasi yang selalu ramai setiap Ramadan adalah area sekitar Masjid Agung Semarang. Menjelang sore hari, puluhan pedagang takjil mulai berjajar menawarkan menu berbuka yang beragam, mulai dari kolak, es buah, es blewah, hingga kue tradisional seperti cenil dan lapis.

Suasana di sekitar alunalun sangat khas Ramadan karena keluarga dan anakanak sering datang untuk ngabuburit sambil memilih menu takjil pilihan mereka. Lokasi ini menjadi tempat favorit bagi warga kota yang ingin berburu takjil sambil bersiap menyambut waktu berbuka puasa.

2. Kawasan Pleburan — Surganya “War Takjil”

Kawasan Pleburan di Semarang Selatan telah lama dikenal sebagai destinasi kuliner kaki lima, terutama saat bulan Ramadan. Sepanjang sore, puluhan lapak kaki lima menjajakan takjil murah meriah yang sangat populer di kalangan mahasiswa dan warga lokal.

Menu yang tersedia sangat beragam, mulai dari jagung serut, otak-otak, kentang goreng, es campur, hingga gorengan dan minuman segar. Antusiasme pengunjung bahkan sering membuat kawasan ini padat menjelang waktu berbuka, sehingga dikenal sebagai “war takjil”.

Baca Juga: Jadwal Imsak Semarang dan Sekitarnya 19 Februari 2026: Jangan Sampai Terlambat Sahur!

3. Pasar Sendang Mulyo

Pasar Sendang Mulyo, yang terletak di Jalan Bukit Bougenville Raya, menjadi salah satu lokasi favorit berburu takjil di kawasan Tembalang. Pasar tradisional ini berubah jadi pusat takjil setiap sore saat Ramadan.

Para pedagang menawarkan berbagai macam jajanan pasar, gorengan, lauk pauk, serta minuman segar seperti es buah dan es dawet. Bagi warga yang ingin menyiapkan menu berbuka di rumah, Pasar Sendang Mulyo juga menyediakan pilihan lauk siap santap yang bisa dibawa pulang.

4. Kawasan Jalan Sukun Raya Banyumanik

Di wilayah selatan kota Semarang, Jalan Sukun Raya menjadi pusat takjil favorit warga Banyumanik. Sepanjang jalan ini, pedagang kaki lima ramai menjual aneka minuman segar dan makanan ringan mulai sore hari.

Menu takjil seperti kolak pisang, bubur sumsum, hingga gorengan khas menjadi hidangan favorit pengunjung ketika berbuka puasa. Kawasan ini mudah dijangkau dan memberikan suasana ngabuburit yang santai sambil menunggu adzan Maghrib.

5. Pasar Dadakan Depan Masjid Agung Kauman

Di depan Masjid Agung Kauman Semarang, setiap Ramadan terbentuk pasar dadakan yang menjadi magnet warga setempat untuk mencari takjil sebelum berbuka.

Puluhan stan kuliner berjajar menawarkan takjil khas Semarang hingga menu nusantara lainnya. Selain es dan camilan ringan, pengunjung juga dapat menemukan makanan khas seperti petis bumbon dan ketan biru yang sering hanya tersedia saat Ramadan tiba. Suasana pasar ini juga menjadi bagian budaya ngabuburit yang berulang setiap tahun di kota ini.

6. Simpang Lima Semarang

Simpang Lima tidak hanya terkenal sebagai pusat kota yang ramai, tetapi juga sebagai salah satu titik utama berburu takjil saat Ramadan. Wilayah ini dipenuhi pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai menu takjil dengan harga ramah di kantong.

Selain minuman segar dan jajanan tradisional, pengunjung juga dapat menemukan menu yang lebih mengenyangkan seperti pecel dan nasi ayam goreng, sehingga Simpang Lima menjadi tempat yang cocok untuk berbuka sambil menikmati suasana sore yang hidup.

7. Kawasan Kota Lama Semarang

Kawasan Kota Lama menawarkan nuansa berbeda ketika berburu takjil di Semarang. Selain jajanan takjil yang dijual oleh pedagang di tepi jalan, lokasi ini memberikan pengalaman ngabuburit yang dipadukan dengan wisata budaya.

Pengunjung bisa menjelajah bangunanbangunan bersejarah sambil mencicipi berbagai takjil, kemudian berbuka sambil menikmati pemandangan kawasan yang klasik dan khas. Selain takjil, di sekitar area ini juga terdapat kafe dan restoran yang cocok untuk berbuka puasa dengan suasana lebih tenang.

Berburu takjil di Semarang bukan sekadar mencari makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga pengalaman sosial budaya yang khas. Dari pasar tradisional yang ramai hingga kawasan kuliner kaki lima dan area wisata sejarah, setiap lokasi memiliki daya tarik tersendiri.

Spotspot seperti alunalun Masjid Agung, Pleburan, Simpang Lima, dan Sendang Mulyo menawarkan pilihan takjil yang beragam dan harga bersahabat, sementara Kawasan Kota Lama dan pasar sekitar Masjid Agung Kauman memberikan pengalaman ngabuburit yang unik.

Tradisi takjil di Semarang mencerminkan kekayaan budaya kota ini dalam menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus menjadi ajang bagi warga untuk berkumpul dan berbagi bersama.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More