- Semarang menyajikan tradisi ngabuburit Ramadan dengan tujuh lokasi takjil populer menawarkan aneka makanan dan minuman berbuka.
- Area populer mencakup Alun-Alun Masjid Agung, Pleburan, Pasar Sendang Mulyo, Jalan Sukun Raya, dan Simpang Lima.
- Pasar dadakan Masjid Agung Kauman serta Kota Lama menawarkan takjil khas Semarang bersama pengalaman sosial budaya unik.
5. Pasar Dadakan Depan Masjid Agung Kauman
Di depan Masjid Agung Kauman Semarang, setiap Ramadan terbentuk pasar dadakan yang menjadi magnet warga setempat untuk mencari takjil sebelum berbuka.
Puluhan stan kuliner berjajar menawarkan takjil khas Semarang hingga menu nusantara lainnya. Selain es dan camilan ringan, pengunjung juga dapat menemukan makanan khas seperti petis bumbon dan ketan biru yang sering hanya tersedia saat Ramadan tiba. Suasana pasar ini juga menjadi bagian budaya ngabuburit yang berulang setiap tahun di kota ini.
6. Simpang Lima Semarang
Simpang Lima tidak hanya terkenal sebagai pusat kota yang ramai, tetapi juga sebagai salah satu titik utama berburu takjil saat Ramadan. Wilayah ini dipenuhi pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai menu takjil dengan harga ramah di kantong.
Selain minuman segar dan jajanan tradisional, pengunjung juga dapat menemukan menu yang lebih mengenyangkan seperti pecel dan nasi ayam goreng, sehingga Simpang Lima menjadi tempat yang cocok untuk berbuka sambil menikmati suasana sore yang hidup.
7. Kawasan Kota Lama Semarang
Kawasan Kota Lama menawarkan nuansa berbeda ketika berburu takjil di Semarang. Selain jajanan takjil yang dijual oleh pedagang di tepi jalan, lokasi ini memberikan pengalaman ngabuburit yang dipadukan dengan wisata budaya.
Pengunjung bisa menjelajah bangunanbangunan bersejarah sambil mencicipi berbagai takjil, kemudian berbuka sambil menikmati pemandangan kawasan yang klasik dan khas. Selain takjil, di sekitar area ini juga terdapat kafe dan restoran yang cocok untuk berbuka puasa dengan suasana lebih tenang.
Baca Juga: Jadwal Imsak Semarang dan Sekitarnya 19 Februari 2026: Jangan Sampai Terlambat Sahur!
Berburu takjil di Semarang bukan sekadar mencari makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga pengalaman sosial budaya yang khas. Dari pasar tradisional yang ramai hingga kawasan kuliner kaki lima dan area wisata sejarah, setiap lokasi memiliki daya tarik tersendiri.
Spotspot seperti alunalun Masjid Agung, Pleburan, Simpang Lima, dan Sendang Mulyo menawarkan pilihan takjil yang beragam dan harga bersahabat, sementara Kawasan Kota Lama dan pasar sekitar Masjid Agung Kauman memberikan pengalaman ngabuburit yang unik.
Tradisi takjil di Semarang mencerminkan kekayaan budaya kota ini dalam menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus menjadi ajang bagi warga untuk berkumpul dan berbagi bersama.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
KPK Bawa 60 Dokumen dari Rektorat Unsoed, Plt Rektor Tegaskan Tak Ada Pemeriksaan
-
Hadapi Era AI, Pendidikan Didorong Bentuk SDM Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
-
Semen Gresik Raih Best Choice Brand Portland Cement Pada Ajang The Peoples Choice 2026
-
BRI Dekat Dengan Pekerja Migran Indonesia Lewat Program Tali Kasih "Teman Seperjuangan"