- Infrastruktur jalan menuju Dusun Warangan, Magelang, telah diaspal untuk mempermudah akses pengunjung Festival Lima Gunung XXV pada 2026.
- Festival Lima Gunung XXV akan digelar pada 10–12 Juli 2026 dengan melibatkan 1.274 seniman melalui semangat gotong royong.
- Kegiatan budaya ini tetap mempertahankan prinsip kemandirian tanpa sponsor dengan mengandalkan kekuatan kolektif masyarakat selama 25 tahun pelaksanaan.
SuaraJawaTengah.id - Menjelang perayaan seperempat abad Festival Lima Gunung XXV/2026, wajah Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, berubah signifikan. Jalan utama menuju lokasi festival kini mulus setelah diaspal sepanjang sekitar dua kilometer, mempermudah akses ribuan pengunjung yang akan menghadiri salah satu festival budaya paling konsisten di Indonesia.
Perubahan infrastruktur itu menjadi sorotan karena hadir di tengah komitmen Festival Lima Gunung yang selama 25 tahun tetap diselenggarakan secara mandiri tanpa bergantung pada sponsor maupun donatur.
Aspal baru yang menutupi ruas Kajangkoso–Warangan menggantikan jalan berlubang yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan bagi warga dan pengunjung. Kini kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan lebih nyaman menuju dusun yang menjadi lokasi kelahiran festival pada 2002.
Meski akses semakin baik, panitia memastikan ruh festival tidak berubah. Seluruh rangkaian kegiatan tetap mengandalkan gotong royong masyarakat, mulai dari pembangunan panggung, instalasi seni, penyediaan rumah singgah bagi seniman, konsumsi warga, hingga kebutuhan logistik dan kesekretariatan.
Ketua Panitia Lokal Festival Lima Gunung XXV, Teguh Suharianto, mengatakan informasi yang diterimanya menyebut pengaspalan jalan merupakan hasil pembahasan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Komunitas sendiri tidak terlibat dalam proyek tersebut.
Komitmen tanpa sponsor telah menjadi identitas Festival Lima Gunung sejak 2010, ketika komunitas mendeklarasikan "Sumpah Tanah" sebagai tekad menyelenggarakan festival dengan bertumpu pada kekuatan dusun dan masyarakat.
Budayawan Sutanto Mendut, penggagas Komunitas Lima Gunung, menegaskan keberlangsungan festival selama 25 tahun bukan ditopang kekuatan finansial, melainkan kedekatan emosional dan semangat kolektif masyarakat.
Senada, Ketua Komunitas Lima Gunung Sujono menyebut keikhlasan, gotong royong, dan kemampuan menerima perbedaan menjadi fondasi utama yang menjaga festival tetap hidup hingga sekarang.
Tahun ini, Festival Lima Gunung akan berlangsung pada 10–12 Juli 2026 dengan menghadirkan 85 kelompok seni dan 1.274 seniman dari berbagai daerah di Indonesia. Beragam pertunjukan mulai dari tari, musik, teater, kirab budaya, hingga instalasi seni akan dipentaskan di Dusun Warangan.
Baca Juga: Kasus 9 ASN Brebes Jadi Alarm Integritas, Pengawasan Presensi Tak Hanya Andalkan Aplikasi
Mengusung tema "Makin Goblok Bareng", festival ini mengajak masyarakat untuk terus rendah hati, terbuka terhadap proses belajar, dan menjaga kebudayaan sebagai kekuatan bersama, bukan sekadar perayaan seni.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan