- Ibadah i'tikaf pada sepuluh malam akhir Ramadhan berhukum sunnah muakkadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.
- I'tikaf dilaksanakan dengan memfokuskan diri total pada ibadah serta menjauhi kesibukan duniawi di masjid.
- Saat memasuki masjid untuk i'tikaf, disunnahkan menjaga adab seperti berwudhu dan salat tahiyatul masjid terlebih dahulu.
Dengan menjaga adab tersebut, i’tikaf tidak hanya menjadi aktivitas berdiam di masjid, tetapi juga menjadi ibadah yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan penghormatan terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam syariat.
4. Mengisi I’tikaf dengan Ibadah yang Bermanfaat
Selama menjalankan i’tikaf, umat Islam dianjurkan untuk mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang bermanfaat.
Beberapa amalan yang bisa dilakukan antara lain membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, berzikir, memperbanyak doa, hingga menunaikan shalat sunnah.
Ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan agar kegiatan yang dilakukan selama i’tikaf benar-benar bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Kegiatan yang tidak bermanfaat atau hanya bersifat hiburan sebaiknya dihindari agar tujuan utama i’tikaf tetap terjaga.
5. Menghindari Hal yang Tidak Bermanfaat
Dalam kajiannya, Ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan agar umat Islam menghindari berbagai aktivitas yang tidak memiliki manfaat selama berada di masjid.
Hal ini termasuk pembicaraan yang tidak penting, kegiatan yang tidak berkaitan dengan ibadah, hingga aktivitas yang justru dapat mengurangi kekhusyukan.
Menurut beliau, i’tikaf seharusnya menjadi momen untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, bukan sekadar berkumpul atau menghabiskan waktu tanpa tujuan yang jelas.
Baca Juga: Jawa Tengah Bersiap Sambut 'Serbuan' Pemudik Lebaran 2026: Antara Kerinduan dan Kesiapan Darurat
Karena itu, setiap aktivitas yang dilakukan selama i’tikaf sebaiknya diarahkan untuk memperkuat ibadah dan meningkatkan ketakwaan.
6. Perempuan Boleh I’tikaf dengan Syarat Tertentu
I’tikaf tidak hanya berlaku bagi laki-laki. Perempuan juga diperbolehkan menjalankan i’tikaf selama memenuhi beberapa syarat tertentu.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa terdapat beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan oleh perempuan yang ingin melakukan i’tikaf di masjid.
Pertama, kondisi tempat harus aman dan terhindar dari potensi fitnah. Kedua, terdapat area khusus bagi perempuan yang terpisah dari jamaah laki-laki. Ketiga, tidak ada kewajiban rumah tangga yang lebih mendesak yang harus diprioritaskan.
Apabila masih terdapat kewajiban seperti merawat anak kecil atau tanggung jawab keluarga lainnya, maka lebih baik ibadah dilakukan di rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi
-
Tragis! Atlet Selam Jepara di Porprov Jateng 2026 Tewas Tenggelam, Ini Kronologinya
-
Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng
-
Kendal Tornado FC Gagal Gusur Deltras, Manajemen Tetap Gas Target Liga 1
-
2 Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50