- Polisi mengungkap penjualan bahan petasan daring di TikTok dengan modus penyamaran sebagai "cat super" di Semarang.
- Pelaku berinisial SR dari Sumenep telah beroperasi sejak 2025 dan ditangkap atas ledakan fatal tersebut.
- Produk yang dijual bervariasi sesuai permintaan korban dan siap pakai, mengakibatkan tewasnya seorang bocah.
4. Korban Memesan Produk yang Sudah Jadi
Dalam kasus ini, korban diketahui tidak membeli bahan mentah, melainkan produk yang sudah diracik oleh pelaku.
“Korban request-nya sudah langsung jadi. Jadi tinggal dimasukkan ke medianya terus pasang sumbu, sudah jadi barangnya,” ungkap Andika.
Hal ini memperbesar potensi bahaya, karena produk langsung siap digunakan tanpa kontrol keamanan atau edukasi.
5. Pelaku Ditangkap dan Tidak Punya Tempat Produksi
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap pelaku di luar kota, tepatnya di Sumenep pada Kamis (26/3/2026) lalu.
“Sudah kita tangkap yang jual di TikTok shop, sudah kita tangkap di Sumenep, penjualnya orang Sumenep,” kata Andika.
SR yang berusia sekitar 40 tahun kini telah diamankan dan ditahan di Polrestabes Semarang untuk proses hukum lebih lanjut.
Menariknya, pelaku tidak memiliki tempat produksi khusus. Ia hanya meracik bahan peledak tersebut di rumahnya sendiri, tanpa fasilitas yang memadai. Fakta ini menunjukkan bahwa bahan berbahaya bisa diracik secara sederhana, namun berdampak sangat fatal.
Baca Juga: 50 Lokasi Salat Idulfitri Muhammadiyah Semarang 2026 pada 20 Maret, Ini Daftar Lengkapnya
6. Dijerat UU Bahan Peledak
Atas perbuatannya, pelaku kini menghadapi jeratan hukum serius.
SR dikenakan Pasal 306 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru, yang mengatur tindak pidana terkait senjata api, amunisi, dan bahan peledak.
“Sudah kita tetapkan tersangka, juga kita lakukan penahanan di rutan Polrestabes Semarang,” tegas Andika.
Saat ini polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.
7. Kronologi Ledakan dan Korban Jiwa
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
Terkini
-
Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini
-
65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru
-
Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara
-
Mengulik JETOUR T2 i-DM di GIIAS Semarang, PHEV dengan Jarak Listrik 90 Km
-
GIIAS Semarang Kenalkan Ragam Teknologi Mobil Listrik, Changan Bawa BEV dan REEV