SuaraJawaTengah.id - Bagi seorang content creator, kecepatan dan kualitas adalah dua hal yang sering bertabrakan. Mengedit foto butuh waktu, mengedit video butuh perangkat tambahan, dan di tengah jadwal produksi yang padat, setiap menit yang terbuang adalah momen yang terlewat. Galaxy S26 Series hadir dengan Galaxy AI yang dirancang menjawab tantangan ini: langsung dari satu perangkat di genggaman.
Apa itu Photo Assist di Galaxy S26 Series?
Photo Assist adalah fitur Galaxy AI di Galaxy S26 Series yang memungkinkan pengguna mengedit foto menggunakan instruksi bahasa sehari-hari, langsung dari galeri: tanpa aplikasi tambahan, tanpa keahlian teknis khusus.
Yang Bisa Dilakukan Photo Assist
• Menghapus objek atau orang yang tidak diinginkan dari frame
• Memindahkan subjek ke posisi komposisi yang lebih baik
• Mengubah suasana latar belakang sesuai mood konten
• Menyesuaikan pencahayaan secara otomatis
Pengguna dapat meninjau hasilnya sebelum menyimpan, sehingga kontrol kreatif tetap sepenuhnya ada di tangan kreator: hanya hambatan teknisnya yang dihilangkan.
Bagaimana Samsung LOG + 4 LUT Membantu Content Creator?
Galaxy S26 Ultra mendukung perekaman dalam format LOG yang memberikan dynamic range lebih luas untuk fleksibilitas color grading maksimal. Yang membedakan S26 Ultra dari generasi sebelumnya adalah hadirnya 4 preset LUT bergaya sinematik yang bisa dipreview secara langsung saat perekaman berlangsung.
Kreator tidak perlu lagi menunggu hingga masuk ke tahap editing untuk mengetahui apakah look visual footage sudah sesuai karakter konten mereka. Dengan 4 LUT yang bisa dipilih real-time, keputusan kreatif dibuat lebih awal: menghemat waktu editing secara signifikan.
Bagaimana Merekam Footage Stabil Tanpa Gimbal Tambahan dengan Fitur Horizontal Lock di Samsung Galaxy S26 Series
Untuk video, Galaxy S26 Ultra menghadirkan Horizontal Lock yang menggabungkan sensor gyroscope, accelerometer, dan Optical Image Stabilization (OIS) untuk menjaga horizon tetap seimbang secara otomatis: bahkan saat merekam dalam kondisi bergerak ekstrem.
Hasilnya adalah footage yang terlihat stabil dan profesional tanpa perlu membawa gimbal tambahan. Bagi travel content creator yang harus bergerak cepat di berbagai lokasi, ini adalah salah satu peningkatan paling signifikan dibanding Galaxy S25 Ultra dan S24 Ultra yang menggunakan Super Steady.
Bagaimana Quick Share Jadi Solusi Transfer Footage Lintas Ekosistem Tanpa Kabel?
Setelah selesai merekam, kreator dapat memindahkan footage langsung ke laptop kerja mereka melalui Quick Share: tanpa kabel, tanpa aplikasi tambahan, meski perangkat berada di ekosistem berbeda. File besar bisa berpindah dalam hitungan detik, di mana saja.
Dengan kemudahan yang ditawarkan Samsung Galaxy S26 Series, seorang travel creator kini dapat merekam footage malam menggunakan Samsung LOG, menjaga stabilitas video dengan Horizontal Lock saat berjalan, lalu melakukan color grading cepat menggunakan LUT preset sebelum mengirimkan file ke laptop melalui Quick Share.
Dengan kombinasi Galaxy AI, Samsung LOG, LUT sinematik, dan Horizontal Lock, Galaxy S26 Series dirancang bukan hanya untuk mengambil konten, tetapi juga mempercepat seluruh workflow produksi kreator langsung dari smartphone. ***
Berita Terkait
-
Mengenal Kegunaan Sahabat-AI: Platform yang Bisa Bantu Coding, Bikin Video, dan Analisis Data
-
Serbuan Digital di Jateng: Trafik Indosat di Brebes Meledak 71 Persen, AI Jadi Kunci Sukses Mudik
-
Era Baru Internet Semarang: Indosat Hadirkan Jaringan 5G dengan Teknologi AI
-
Cara Tri Dorong Kreativitas Pelajar: Belajar AI Bareng Influencer, Hadiahnya Pensi Akbar
-
5 Ide Foto Studio Bersama Hewan Eksotis Dengan Gemini AI
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Galaxy AI di Samsung Galaxy S26 Series untuk AI Photo dan Video Editing Seperti Content Creator
-
Sarif Abdillah: Negara Harus Bela Nelayan Kecil Soal Solar Subsidi
-
Ahmad Luthfi Ancam 'Sikat Habis' Tambang Ilegal di Jateng Tanpa Pandang Bulu
-
Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Semarang: Polisi Tunggu Laporan Korban
-
Gara-gara Pengasuh Cabul, Kemenag Bekukan Penerimaan Santri Baru di Ponpes Al Anwar Jepara