- Seorang petani menemukan jenazah tanpa identitas di kawasan hutan Perhutani, Desa Sitiluhur, Pati pada Rabu, 1 April 2026.
- Kondisi jasad yang nyaris tinggal kerangka ditemukan mengenakan kaus putih, celana jins, serta sandal jepit berwarna merah.
- Tim gabungan mengevakuasi jenazah ke RSUD RAA Soewondo Pati guna menjalani proses identifikasi serta penyelidikan lebih lanjut.
SuaraJawaTengah.id - Warga Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas pada Rabu (1/4/2026). Kondisi jenazah yang sudah nyaris menjadi kerangka membuat peristiwa ini menyita perhatian publik.
Penemuan tersebut terjadi di kawasan hutan Perhutani dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Berikut rangkuman fakta-fakta penting dari kejadian tersebut.
1. Ditemukan di Kawasan Hutan Perhutani
Jenazah ditemukan di area lahan garapan Perhutani, tepatnya di Blok Watu Tumpuk, Desa Sitiluhur.
Lokasi ini diketahui cukup terpencil dan jauh dari akses jalan umum maupun permukiman warga. Kondisi tersebut diduga menjadi alasan mengapa keberadaan jenazah tidak terdeteksi dalam waktu lama.
2. Pertama Kali Ditemukan Petani
Penemuan ini bermula saat seorang petani penggarap lahan kopi sedang membersihkan area perkebunan.
Sekitar pukul 10.00 WIB, petani tersebut menemukan sosok mencurigakan di atas tanah. Setelah diperiksa lebih dekat, ternyata yang ditemukan adalah jenazah manusia dalam kondisi memprihatinkan.
3. Kondisi Jenazah Nyaris Tinggal Tulang
Baca Juga: Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah sangat rusak. Bagian kepala telah menjadi tengkorak, sementara tubuh lainnya sebagian besar tinggal tulang-belulang.
Kepala Desa Sitiluhur, Suyuti, menjelaskan kondisi tersebut cukup ekstrem.
“Ciri-ciri tinggi sekitar 165 sentimeter, sudah berupa tengkorak, ada kulitnya sekitar 20 sentimeter masih nampak. Ditemukan tanpa identitas,” kata Suyuti.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa jenazah kemungkinan sudah berada di lokasi tersebut dalam waktu yang cukup lama.
4. Tidak Ditemukan Identitas Korban
Tidak ada dokumen identitas yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Suyuti juga menegaskan bahwa tidak ditemukan kartu identitas apapun yang dapat mengungkap siapa korban tersebut.
“Tidak ditemukan KTP atau kartu apapun di lokasi,” ujarnya.
Selain itu, jenis kelamin korban pun belum dapat dipastikan secara jelas karena kondisi tubuh yang sudah hancur.
5. Ciri Pakaian Masih Melekat
Meski kondisi tubuh rusak, pakaian korban masih menempel pada kerangka.
Korban diketahui mengenakan kaus berwarna putih, celana jins, serta sandal jepit berwarna merah. Ciri ini menjadi salah satu petunjuk awal dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.
6. Dievakuasi ke RSUD Soewondo Pati
Setelah ditemukan, tim gabungan dari relawan SAR, TNI, Polri, dan tenaga medis langsung melakukan evakuasi.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk identifikasi dan analisis medis.
7. Tidak Ada Laporan Orang Hilang
Hingga saat ini, pihak desa belum menerima laporan orang hilang dari wilayah Sitiluhur maupun desa sekitar.
Suyuti menyebutkan bahwa sejak awal tahun hingga saat ini belum ada laporan kehilangan yang masuk.
“Mulai Januari sampai sekarang belum ada laporan orang hilang, baik dari desa sini maupun sekitar. Lokasinya juga jauh dari jalan,” jelasnya.
Hal ini semakin menambah misteri terkait identitas korban dan asal-usulnya.
Saat ini, proses identifikasi masih berlangsung oleh pihak kepolisian dan tim medis. Informasi lebih lanjut mengenai identitas korban, waktu kematian, hingga penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Penemuan ini menjadi pengingat bahwa wilayah terpencil bisa menyimpan kejadian yang tidak terduga. Peran masyarakat dalam melaporkan temuan mencurigakan juga menjadi hal penting dalam membantu proses penanganan.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global
-
Tragis! Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Tewas, Diduga Alami Perundungan Kakak Kelas
-
Bawa 10,63 Gram Sabu dari Pontianak, Dua Kurir Ditangkap di Pelabuhan Tanjung Emas
-
Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo
-
Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo Dimutasi, Digantikan Brigjen Roy Hardi Siahaan