- Guru berinisial P di Blora mengirimkan pesan tidak pantas kepada siswinya melalui WhatsApp sejak November 2025.
- DPRD Blora melakukan klarifikasi pada 9 April 2026 untuk menindaklanjuti prosedur komunikasi yang melanggar etika tersebut.
- Dinas Pendidikan Blora sedang mendalami kasus ini dan akan memberikan sanksi jika terbukti melakukan pelanggaran profesionalisme.
SuaraJawaTengah.id - Sebuah kasus yang melibatkan seorang guru SMP di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, kini menjadi sorotan publik. Guru berinisial P viral setelah mengirimkan pesan tidak pantas melalui platform WhatsApp kepada salah satu siswinya.
Kasus ini memicu kekhawatiran dan protes dari berbagai pihak, yang akhirnya mendorong DPRD Blora untuk melakukan klarifikasi terkait kejadian tersebut.
1. Awal Mula Kasus
Peristiwa ini dimulai pada November 2025 ketika guru berinisial P mulai mengirimkan pesan-pesan yang dianggap tidak pantas kepada salah satu siswinya melalui WhatsApp.
Dalam pesan-pesan tersebut, guru tersebut menggunakan kata-kata yang tidak sesuai, seperti "sayang" dan "muahhhh", serta meminta akun media sosial siswi tersebut.
Selain itu, guru ini mengajak siswinya untuk bertemu secara pribadi, tanpa teman lain, yang semakin memperburuk situasi.
Pesan-pesan yang terekam ini akhirnya diunggah oleh akun @tentangblora.id di media sosial, dan segera menjadi viral. Setelah viral, banyak pihak yang mengecam tindakan tersebut, menganggapnya sebagai perilaku yang tidak profesional dan melanggar etika sebagai pendidik.
2. Tindak Lanjut oleh DPRD Blora
Kasus ini kemudian ditanggapi oleh Komisi D DPRD Blora, yang segera mengadakan klarifikasi pada 9 April 2026. Dalam klarifikasi tersebut, pihak yang diundang adalah kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), serta perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial P3A, BKPSDM Blora, dan Inspektorat.
Baca Juga: Viral di Blora: Pria Kepergok Mesum Laporkan Warga atas Dugaan Penganiayaan
Anggota DPRD Achlif Nugroho Widi Utomo menyatakan bahwa klarifikasi ini bertujuan untuk mencari kepastian hukum terkait masalah ini dan memastikan tidak ada kesalahan prosedur dalam penanganannya.
"Kasus ini perlu disikapi dengan bijak agar bisa mendapatkan solusi yang tepat. Kami juga ingin memastikan bahwa proses ini sesuai dengan hukum yang berlaku," jelas Achlif Nugroho kepada awak media.
3. Proses Klarifikasi dan Alasan Guru Mengirim Pesan
Menurut Achlif Nugroho, kejadian ini bermula ketika guru tersebut merasa khawatir setelah melihat siswinya mengunggah konten di media sosial dengan penampilan yang lebih dewasa.
Guru tersebut kemudian melakukan pendekatan pribadi untuk mengetahui apakah ada masalah yang dihadapi oleh siswinya. Namun, tindakan untuk memanggil siswi tersebut ke ruang OSIS tanpa sepengetahuan guru lain dinilai tidak sesuai prosedur dan menjadi salah satu permasalahan dalam kasus ini.
"Kekhawatiran guru terhadap siswanya seharusnya dilakukan dengan cara yang benar, bukan dengan memanggil siswi ke ruang OSIS tanpa pengawasan guru lain," tambah Achlif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Libur Iduladha Aman! Pertamina Tambah 1,5 Juta Tabung LPG 3 Kg ke Jateng-DIY
-
Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal Raih Penghargaan Digitalisasi Pesantren Terbaik di Indonesia
-
Mengawali Pekan, Semarang dan Wilayah Jateng Lainnya Diprakirakan Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
-
Jelang Iduladha 2026, Muhammadiyah Semarang Siapkan 50 Lokasi Salat Ied Tersebar di Penjuru Kota
-
Ada Tempat Hiling Baru, 23 Semarang Shopping Center Resmi Buka dengan Konsep Oase yang Bikin Fomo