- Ana, seorang ibu rumah tangga, bekerja sebagai konten kreator Facebook untuk menambah penghasilan keluarga di rumahnya sendiri.
- Pekerjaan tersebut menimbulkan beban ganda karena Ana harus menyeimbangkan tugas domestik dan profesional secara bersamaan setiap hari.
- Kondisi ini memicu konflik peran serta tekanan mental akibat pembagian tugas rumah tangga yang tidak adil bagi perempuan.
SuaraJawaTengah.id - Baru lima menit Ana membuka laptop, anak bungsunya ribut merengek ke kamar mandi. Belum sempat membaca email pertama, ia dihadapkan pada pilihan: Bekerja dengan sistem work from home (WFH) atau menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.
Enam bulan belakangan Ana mencari tambahan penghasilan dari monetisasi online. Memproduksi konten yang diunggah ke akun profesional Facebook.
Awalnya dia hanya menyempatkan waktu maksimal 2 jam sehari untuk riset ide, edit foto di Canva, dan upload ke Facebook. Dari situ dia berharap mendapatkan uang dari iklan, fitur bintang, dan konten bermerek.
Seiring bertambahnya jumlah pengikut dan keinginan mengembangkan akun, ada tuntutan menambah waktu kerja.
Dari semula hanya sekali unggahan per hari, menjadi 3 kali posting—pagi, siang, sore yang rata-rata memakan 1 jam kerja. Total dalam sehari Ana menyisihkan minim 4 jam bekerja di laptop dan telepon genggam.
“Lumayan dari berburu gift senilai 1 sen dolar—setara Rp150 hingga Rp160 tergantung kurs mata uang—bisa kumpul sedikit-sedikit,” kata Ana kepada Suara.com, Kamis (16/4/2026).
Sebagai ibu rumah tangga yang nyambi bekerja di rumah, tantangan paling melelahkan bukan dari capeknya bekerja. Tapi samarnya batas antara kerja formal dengan beban tugas domestik.
“Masalah paling besar tercampurnya kerja-kerja domestik. Antara tugas rumahan, ngurus anak-anak—dari pekerjaan formal. Kadang suami juga merasa ‘ini kenapa sih kok main HP terus’.”
Ibu rumah tangga yang punya kerja sampingan konten kreator sekilas memang mirip pengangguran. Berjam-jam menghabiskan waktu scroll Facebook, Instagram, dan TikTok.
Baca Juga: 5 Ide Bisnis Ibu Rumah Tangga yang Punya Bayi: Cari Cuan Sambil Momong
“Kelihatannya kalau orang lihat kayak ibu-ibu yang mainan HP aja kan. Kayak nggak ada hasilnya.”
Memikul Beban Ganda
Bagi banyak perempuan, bekerja dari rumah bukan sekadar soal fleksibilitas. Di saat yang sama, mereka tetap memikul pekerjaan domestik tanpa jeda—menciptakan beban ganda yang kerap tak terlihat.
Mereka harus berdarah-darah membagi tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan dua tugas sekaligus.
“Saya orangnya agak ribet kalau ada kerjaan rumah dan harus menyelesaikan kerjaan online juga. Memang harus pinter bagi waktu. Karena masih awalan jadi belum bisa mengatur waktu.”
Setiap hari Ana harus pandai memilah pekerjaan mana yang mesti segera dituntaskan. Masalah jadi runyam jika panggilan mengurus anak datang bersamaan dengan tenggat kerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin