Budi Arista Romadhoni
Senin, 20 April 2026 | 17:09 WIB
Penyerahan rumah subsidi di lokasi Perumahan Blora Indah Regency beberapa waktu lalu. BRI menyalurkan nilai pinjaman rumah subsidi mencapai sekitar Rp 7,8 miliar. [Dok BRI]
Baca 10 detik
  • BRI Kantor Cabang Cepu menyalurkan KPR bersubsidi kepada 49 debitur di Perumahan Blora Indah Regency pada Senin, 20 April 2026.
  • Total plafon pinjaman sebesar Rp7,8 miliar diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah guna mempermudah akses kepemilikan rumah pertama mereka.
  • Pelaksanaan akad kredit massal bertujuan mempercepat proses administrasi serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi sektor properti daerah.

SuaraJawaTengah.id - Puluhan keluarga di Blora kini bisa bernapas lega setelah impian mereka untuk memiliki rumah pertama akhirnya terwujud. Melalui sebuah gebrakan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cepu sukses menggelar akad kredit massal untuk 49 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi.

Acara yang dipusatkan di lokasi Perumahan Blora Indah Regency ini tidak hanya menandai babak baru bagi puluhan keluarga tersebut, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat BRI dalam menyuntikkan dana segar ke sektor properti di daerah.

Total, nilai plafon pinjaman yang digelontorkan dalam satu hari itu mencapai sekitar Rp7,8 miliar.

Branch Manager BRI Kantor Cabang Cepu, Yandi Suryandi, menyatakan bahwa pelaksanaan akad secara massal merupakan strategi untuk mengakselerasi dan menyederhanakan proses bagi para nasabah. Menurutnya, ini adalah wujud nyata dari komitmen BRI untuk memberikan pelayanan yang efisien dan tanpa berbelit-belit.

"Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan efisien. Dengan mengumpulkan 49 debitur dalam satu waktu dan lokasi, kami memangkas banyak waktu tunggu dan proses administrasi yang biasanya berjalan sendiri-sendiri. Hari ini, mereka semua pulang dengan status baru sebagai pemilik rumah," ujar Yandi Suryandi dikutip dari keterangan tertulis pada Senin (20/4/2026).

Lebih dari sekadar transaksi finansial, Yandi menegaskan bahwa setiap akad KPR subsidi membawa misi sosial yang lebih besar.

Program ini secara khusus menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang kerap menghadapi kesulitan dalam mengakses pembiayaan untuk hunian layak.

"Bagi kami, setiap akad KPR subsidi ini bukan sekadar penyaluran kredit. Ini tentang membantu mewujudkan salah satu impian terbesar setiap keluarga, yaitu memiliki rumah sendiri. Langkah ini sekaligus menjadi stimulus untuk menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari sektor konstruksi hingga para pekerja di sekitarnya," tegasnya.

Ilustrasi KPR BRI (BRI]

Penyaluran dana sebesar Rp7,8 miliar ke dalam satu proyek perumahan ini juga menjadi sinyal positif bagi iklim investasi properti di wilayah Blora dan sekitarnya.

Baca Juga: Ganjar Tak Diundang Acara PDIP di Jateng yang Dihadiri Puan, Begini Penjelasan Junimart Girsang

Hal ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat dari masyarakat sekaligus kepercayaan dari lembaga perbankan terhadap potensi pertumbuhan daerah.

Acara akad massal ini, lanjut Yandi, juga menciptakan momen emosional yang positif. Para calon pemilik rumah bisa saling bertemu dan berbagi kebahagiaan, membangun fondasi komunitas bahkan sebelum mereka resmi menjadi tetangga.

"Kami berharap langkah ini tidak hanya berhenti di 49 keluarga ini saja. BRI Cabang Cepu akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam penyediaan rumah layak bagi masyarakat. Kami siap membantu lebih banyak lagi warga Blora untuk 'menabung mimpi' mereka bersama BRI," pungkasnya.

Load More