- Sepuluh Terminal Peti Kemas di Indonesia berhasil melampaui target kinerja hingga Maret 2026 di tengah tantangan ekonomi global.
- Peningkatan arus peti kemas dipicu oleh proyek strategis nasional, momentum hari raya, serta transformasi layanan terminal modern.
- Pakar menekankan pentingnya integrasi teknologi AI dan transportasi multimoda untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing logistik nasional.
Pakar ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Profesor Rossanto Dwi Handoyo, menyebutkan sektor logistik, khususnya pelabuhan peti kemas, tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional. Hal ini tidak lepas dari karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.
“Sebagian besar distribusi barang, baik domestik maupun internasional, melalui jalur laut. Pelabuhan menjadi simpul utama yang menggerakkan ekonomi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Peran ini menjadi semakin krusial karena kapasitas angkutan udara yang terbatas dan biaya yang jauh lebih tinggi, sehingga tidak bisa diandalkan untuk distribusi dalam skala besar.
Rossanto melihat adanya pertumbuhan arus peti kemas di sejumlah terminal sebagai sinyal positif bagi aktivitas ekonomi nasional, termasuk di kawasan Indonesia Timur. Peningkatan throughput mencerminkan adanya pergerakan barang yang lebih aktif, baik untuk konsumsi maupun produksi.
Rossanto menekankan pentingnya percepatan digitalisasi di sektor pelabuhan dan logistik. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat layanan, serta menekan biaya operasional.
“Digitalisasi akan memangkas waktu tunggu, mempercepat proses bongkar muat, dan meningkatkan transparansi. Ini sangat penting untuk daya saing. Selain itu, integrasi sistem logistik juga dinilai penting agar arus barang dapat dipantau secara real time dan lebih terkoordinasi,” ulasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital
-
Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah
-
Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
-
Ungkap Penyebab Kematian Atlet Porprov, Polisi Tunggu Persetujuan Keluarga untuk Ekshumasi
-
Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara