- Polrestabes Semarang menjamin keamanan dan perlindungan identitas bagi mahasiswi UIN Walisongo yang melaporkan dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen.
- Pihak kepolisian berkomitmen memberikan pendampingan psikologis serta penanganan kasus secara profesional untuk membantu pemulihan trauma para korban.
- Satgas PPKS UIN Walisongo sedang melakukan investigasi maraton secara internal untuk menelusuri fakta kasus dengan tetap mengedepankan asas keadilan.
SuaraJawaTengah.id - Polrestabes Semarang tidak tinggal diam menanggapi dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Kepolisian kini mengambil langkah proaktif dan secara terbuka memberikan jaminan keamanan penuh bagi mahasiswi yang menjadi korban untuk segera melapor agar kasus ini dapat diproses secara hukum.
Menyadari sensitivitas kasus kekerasan seksual yang merupakan delik aduan, Kepala Satuan Reserse PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, memastikan bahwa pihaknya akan menjadi garda terdepan dalam melindungi korban.
"Karena ini delik aduan, kami sangat mempersilakan dan mendorong korban untuk melapor. Kami menjamin proses hukum akan mengedepankan perlindungan identitas yang ketat, pendampingan intensif, serta penanganan yang profesional," tegas Kompol Ni Made dikutip dari ANTARA di Semarang, Selasa (12/5/2026).
Pendekatan Humanis dan Pemulihan Trauma
Lebih dari sekadar penegakan hukum, Polrestabes Semarang berkomitmen menggunakan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan korban. Polisi telah berkoordinasi aktif dengan pihak UIN Walisongo untuk menggali informasi awal dan siap menyediakan akses pendampingan psikologis bagi korban.
"Kehadiran kami adalah bukti komitmen Polri untuk memberikan perlindungan cepat. Kami telah menyiapkan langkah-langkah pemulihan bagi korban yang mengalami tekanan mental atau trauma akibat peristiwa ini," tambahnya.
Langkah ini krusial untuk mencegah dampak psikologis dan sosial yang lebih buruk bagi korban.
Investigasi Maraton Kampus
Baca Juga: 'Mau Abang Culik?', Bocoran Chat Oknum Kader HMI yang Dikaitkan dengan Dugaan Pelecehan
Sementara itu, pihak UIN Walisongo Semarang juga telah bergerak cepat. Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Walisongo, Nur Hasyim, menyatakan bahwa investigasi internal sedang berjalan secara maraton.
Informasi yang beredar di media sosial dijadikan data awal untuk melacak fakta di lapangan.
"Proses investigasi ini mengedepankan asas keberpihakan pada korban dan profesionalitas, sembari tetap memegang asas praduga tak bersalah terhadap terduga pelaku," ujar Nur Hasyim.
Sinergi antara langkah tegas kepolisian dan investigasi internal kampus ini diharapkan dapat segera mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Jualan 30 Menit Langsung Ludes! Berkah Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Bikin Ketiban Rezeki
-
Perang Lawan TBC! Ratusan Puskesmas di Jateng Siap Terima Alat Diagnostik Baru Bulan Depan
-
Tiga Tim Rebut Gelar Juara Piala by.U Series Semarang 2026, Persaingan Atlet Futsal Muda Memanas
-
Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas
-
Bau Tak Sedap Antar Warga pada Temuan Pilu, Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos