- Ali Munawar beserta istri dan dua putranya meninggal dunia dalam tragedi di kawasan wisata Posong, Temanggung, Jawa Tengah.
- Almarhum dikenal masyarakat Dusun Bendosari sebagai figur dermawan dan teladan yang memiliki kepedulian sosial sangat tinggi terhadap warga.
- Tragedi ini mengubur impian keluarga, termasuk rencana wisuda putra sulungnya yang sedang menyelesaikan skripsi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
SuaraJawaTengah.id - Suasana duka mendalam menyelimuti RT 04/RW 08 Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Rumah duka almarhum Ali Munawar terus didatangi pelayat yang tak percaya bahwa pria yang dikenal sangat murah hati itu telah berpulang selamanya, bersama istri dan kedua putranya dalam tragedi di kawasan wisata Posong, Temanggung.
Di mata kerabat dan tetangga, Ali Munawar bukan sekadar warga biasa. Ia adalah figur teladan yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Keberadaannya selalu membawa kehangatan, bahkan jejak kebaikannya begitu melekat di hati masyarakat setempat, salah satunya lewat sumbangan hewan kurban pada Idul Adha lalu.
Faeruddin, kerabat dekat almarhum, mengenang bagaimana Ali tidak pernah absen berbagi meski tidak menetap penuh di dusun tersebut.
Ali yang sehari-hari berdomisili di Temenggungan, Kelurahan Panjang, Ambarawa, biasanya hanya datang seminggu sekali untuk merawat lahan anggur dan alpukat miliknya.
"Meski hanya seminggu sekali datang ke Bendosari, tapi almarhum terkenal kebaikannya, ramah, dan jiwanya yang guyub rukun," ujarnya, Kamis (28/5/2026) siang.
Kehangatan itu tidak hanya terpancar dari diri Ali pribadi, melainkan dari seluruh anggota keluarganya.
"Tidak hanya mas Ali, satu keluarga itu orangnya ramah-ramah, anak-anaknya juga baik," ungkap Faeruddin dengan nada kehilangan.
Mimpi yang Kandas di Tengah Jalan
Baca Juga: 5 Fakta Kecelakaan Motor Tabrak Mobil di Turunan Mejing Bandungan, Terekam CCTV dan Viral di Medsos
Kepergian satu keluarga ini terasa kian menyayat hati mengingat kedua putra Ali, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakiki (16), sedang berada di masa keemasan mereka untuk mengejar masa depan.
Kerabat almarhum lainnya, Asadi, membeberkan bahwa anak tertua Ali, Bagas, sebenarnya tinggal selangkah lagi menyandang gelar sarjana dari jurusan Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM). Pemuda tersebut bahkan sudah memasang target untuk merayakan kelulusannya dalam waktu dekat.
"Skripsinya hampir selesai, tapi Allah berkehendak lain dengan musibah ini. Sementara Alfino Evan Hakiki, aktif dalam olahraga Taekwondo," ungkapnya.
Takdir berkata lain. Impian melihat Bagas mengenakan toga di bulan Agustus 2026, serta melihat prestasi Alfino di arena Taekwondo kini terkubur bersama mereka.
Satu keluarga yang terdiri dari Ali Munawar (52), sang istri Magfirah (43), serta Bagas dan Alfino kini telah tiada. Mereka meninggalkan duka yang teramat dalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tapi juga bagi seluruh warga yang pernah tersentuh oleh kebaikan dan keramahan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
Terkini
-
KDM di Undip: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan, daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak
-
Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 60.000 Desa di Indonesia
-
Minta Maaf ke Warga Cilacap, Bupati Nonaktif Syamsul Auliya Rachman Bantah Terlibat Pengumpulan THR
-
Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari